Polisi Sebut Kasus Anak Aniaya Orang Tua Bukan Dipicu Beda Pilihan Pasangan Capres, Melainkan Karena Ini…

AKURAT.CO, SUMSEL Polisi memberikan klarifikasi terkait dugaan kasus penganiayaan orang tua oleh anaknya sendiri, di Palembang.
Peristiwa penganiayaan yang sempat menghebohkan warga Palembang ini, terjadi di jalan KH Azhari Lorong Keramat, Seberang Ulu (SU) I Palembang, pada Minggu (5/2/2024) malam.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinzah mengungkapkan, mengungkapkan bahwa pemicu pengaianyaan bukanlah dilaatari seputar debat politik terkait pemilihan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden
"Ini lantaran tersinggung perkataan dan menyebabkan terlapor yang merupakan anaknya emosi hingga melakukan perbuatan tersebut," kata AKBP Haris Dinzah di Mapolrestabes Palembang, Kamis (8/2/2024).
Baca Juga: Beda Pendapat Saat Nonton Debat Capres, Seorang Ibu di Palembang Dianiaya Anaknya
Menurut AKBP Haris Dinzah, kejadian dimulai ketika ibu bersama anaknya yang disebut AD, sedang menonton televisi. Ayah mereka, yang bernama Marsup, kemudian meminta AD untuk tidur agar bisa mengantar cucunya ke sekolah keesokan paginya.
Sang ayah mengingatkan hal tersebut karena takut terlapor kesiangan, namun terlapor tidak mau tidur.
“Dikhawatirkan terlapor bangun kesiangan karena besok pagi hendak mengantar cucu korban ke sekolah, sehingga korban menyuruh terlapor tidur," ujarnya.
Ketegangan meningkat saat ibu mematikan televisi dan lampu, yang membuat terlapor AD merasa marah.
“AD mengeluarkan kata umpatan yang memicu pertengkaran dengan ayahnya, dan akhirnya melakukan penganiayaan fisik terhadap ayahnya dengan memukul pipi sebelah kiri satu kali dan dahi dua kali," lanjutnya.
Tidak hanya ayahnya, ibunya yang mencoba melerai juga menjadi korban pukulan di hidung dekat dahi satu kali.
"Setelah melakukan tindakan kekerasan, AD langsung pergi dari rumah dan hingga kini belum kembali. Anggota kami masih dilapangan melakukan penyelidikan lebih lanjut," pungkas Haris. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









