Viral! ART Diduga Aniaya Balita di Pekalongan Terkuak Lewat Rekaman CCTV, Begini Kronologinya

AKURAT.CO SUMSEL Baru-baru ini, sebuah kasus mengejutkan menjadi viral di media sosial, melibatkan seorang Asisten Rumah Tangga (ART) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang balita di Silirejo, Kabupaten Pekalongan.
Kejadian ini terungkap setelah orang tua korban menemukan rekaman CCTV di rumah mereka yang memperlihatkan tindakan kekerasan tersebut.
Orang tua balita tersebut awalnya mempercayakan sepenuhnya perawatan anak mereka kepada sang ART.
Namun, segala berubah ketika rekaman CCTV memperlihatkan ART melakukan kekerasan fisik serta ancaman verbal kepada anak mereka. Melalui akun media sosial X @kegblgnunfaedah, pada Jumat (4/10/2024), orang tua korban membagikan kisah pahit ini.
"Dalam rekaman CCTV, aku melihat ART menampar kepala anakku. Dari situ aku mulai buka CCTV lainnya dan menemukan bukti kekerasan yang dilakukan pada anakku," ungkap orang tua korban.
Sebelumnya, ia sempat curiga melihat adanya luka lebam dan cakaran di tubuh anaknya, namun pelaku selalu beralasan bahwa anak jatuh dari sepeda.
Lebih mengejutkan lagi, pelaku dalam surat pernyataannya mengakui telah melakukan kekerasan terhadap balita tersebut, termasuk memukul, mencubit, menarik, dan bahkan membanting korban.
Orang tua korban yang sudah berusaha mencari tanggung jawab dari keluarga ART merasa tidak mendapatkan respons yang memadai.
Kini, mereka berharap agar kasus penganiayaan terhadap anak mereka segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, demi keadilan dan keamanan sang anak.
Kasus ini mengingatkan kita pentingnya waspada, meski kepada orang yang dipercaya. Rekaman CCTV yang jarang mereka cek menjadi penyelamat untuk mengungkap tindakan kekerasan yang tersembunyi di balik kepercayaan yang sudah diberikan.
Kini, orang tua balita tersebut berharap agar kasus ini bisa segera mendapat perhatian dan keadilan. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









