Viral Siswa SD di Tulungagung Berjoget dan Sawer Biduan Saat Perpisahan, Dinas Pendidikan Beri Teguran

AKURAT. CO SUMSEL - Sebuah video yang memperlihatkan siswa SD berjoget di depan biduan viral di media sosial.
Ironisnya, aksi berjoget itu dilakukan di hadapan para wali murid di momen perpisahan sekolah.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di SDN 1 Kenayan, Tulung Agung Jawa Timur.
Baca Juga: Anak Kucing Persia Diduga Dicuri di Depan Rumah, Warga Palembang Minta Pelaku Kembalikan
Dalam video berdurasi satu menit itu, tampak dua anak laki-laki asik berjoget seorang penyanyi wanita.
Tak lama salah satu dari keduanya terlihat memberikan selembaran uang kepada sang penyanyi alias menyawer.
Aksi ini pun akhirnya viral dan menuai berbagai tanggapan dari warganet.
Baca Juga: Sumsel Masuki Kemarau Bertahap, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Tak sedikit yang menilai aksi siswa yang berjoget di depan biduan tersebut mencoreng citra baik dunia baik pendidikan.
Salah satu pengguna X bahkan terlihat memberikan komentar bernada sindiran kemarahan.
"Yang begini aja jago, giliran ditanya 3x7 berapa, jawabnya aaee aaaeee" tulis pemilik akun X @KangManto123.
Baca Juga: Bukan Cuma Main Bola, Ini Cara Sumsel Bangun Kerja Sama OPD Tanpa Meja Rapat
Klarifikasi Pihak Sekolah
Sementara itu, pihak kepala sekolah mengatakan jika acara tersebut merupakan inisiatif pihak paguyuban wali murid.
Kepala SDN 1 Kenayan, Admim Kholisina, membenarkan bahwa video tersebut diambil di lingkungan sekolahnya.
Baca Juga: Wiraswasta di Palembang Tertipu Konsumen, Motor Dibawa Kabur saat Antar Pesanan
Namun ia menegaskan bahwa kegiatan berjoget dan menyawer biduan tersebut bukan bagian dari agenda resmi sekolah.
Pada hari itu, yakni Sabtu (14/6/2025), pihak sekolah memang mengadakan acara tasyakuran dan pelepasan siswa kelas 6 SDN 1 Kanayan.
Akan tetapi acaranya hanya digelar secara sederhana.
Baca Juga: Rumah Nenek Hawati di Palembang Ludes Terbakar, Diduga Api Bermula dari Atap Seng
Acara digelar di halaman sekolah dengan rangkaian seremonial berupa pelepasan topi SD, paduan suara, pelepasan balon dan sambutan-sambutan.
Setelah itu, guru-guru dan kepala sekolah kembali ke ruangan masing-masing.
Paguyuban Wali Murid Minta Maaf
Baca Juga: Hotspot Naik Tajam di Sumsel, Mura Tertinggi, Palembang Masih Nihil Titik Panas
Usai videonya viral, perwakilan dari paguyuban wali murid datang ke sekolah dan meminta maaf secara lisan maupun tertulis melalui surat pernyataan.
Dalam surat tersebut, salah satu wali murid berinisial RM menyatakan, kegiatan pentas organ tunggal merupakan inisiatifnya keinginannya pribadi.
"Sehubungan dengan hal tersebut di atas saya dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, secara khusus kepada lembaga SDN 1 Kenayan dan secara umum kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman dengan video tersebut," tulis RM dalam surat permintaan maaf.
Baca Juga: Ratusan WNI dari Iran dan Israel Dievakuasi Via Jalur Darat Buntut Konflik Kian Memanas
RM juga menegaskan siswa nyawer biduan itu tidak ada unsur kesengajaan, namun hanya sebatas ungkapan kegembiraan atas kelulusan anak-anak mereka yang duduk di bangku kelas 6.
Teguran dari Dinas Pendidikan Tulungagung
Dinas Pendidikan Tulungagung memberikan teguran kepada SDN 1 Kenayan pascaviralnya video siswa joget dan nyawer biduan dan berharap kejadian itu tidak terulang kembali.
Baca Juga: OKI Jadi Raja Produksi Ikan di Sumsel, Lampaui Target 82 Ribu Ton
Teguran diberikan kepada pihak sekolah melalui Kepala Bidang Sekolah Dasar.
Pihaknya menyayangkan adanya kejadian siswa joget dan nyawer biduan.
Ke depannya, pihak sekolah diharapkan lebih selektif dan melakukan pengawasan terhadap setiap kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan pendidikan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









