Sumsel

Aphelion Disebut Jadi Penyebab Suhu Udara Dingin di Bulan Juli Agustus, Berikut Penjelasan BMKG

St Shofia Munawaroh | 7 Juli 2025, 09:58 WIB
Aphelion Disebut Jadi Penyebab Suhu Udara Dingin di Bulan Juli Agustus, Berikut Penjelasan BMKG

AKURAT. CO SUMSEL - Kata kunci Aphelion menjadi salah satu topik yang trending di mesin pencarian Google pagi ini.

Ternyata itu merupakan sebuah fenomena langit tahunan yang disebut-sebut akan terjadi bulan ini.

Pasalnya, di bulan Juli 2025 ini akan terjadi banyak fenomena langit tahunan.

Baca Juga: Hilang Sejak Jumat, Warga Buton Selatan Sulawesi Tenggara Tewas Ditelan Piton 8 Meter

Salah satunya adslah fenomena Aphelion yang terjadi ketika Bumi berada pada jarak terjauhnya dari Matahari.

Kapan Fenomena Aphelion Terjadi? 

Menurut situs astronomi In The Sky, fenomena aphelion terjadi pada 4 Juli 2025 pukul 02.54 WIB.

Baca Juga: Cara Urus Sertifikat Tanah Tanpa Biaya Alias Gratis Lengkap dengan Syaratnya

Saat itu, jarak dari pusat Bumi ke pusat Matahari mencapai sekitar 152.087.738 kilometer (km).

Sebagai pembanding, jarak rata-rata Bumi-Matahari adalah sekitar 149,6 juta km.

Orbit Bumi mengelilingi Matahari berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna.

Baca Juga: Hujan Ringan Diprediksi Melanda Sebagian Sumsel Senin 7 Juli 2025

Karena itu, jarak Bumi ke Matahari bervariasi sekitar 3% sepanjang tahun.

Meski terdengar cukup jauh, selisih ini sebenarnya tidak besar jika dibandingkan skala astronomis, sehingga tidak menyebabkan perubahan drastis pada kondisi di Bumi.

Lantas, apa dampak fenomena ini terhadap bumi ? 

Baca Juga: 5 Mall di Palembang yang Ada Bioskop XXI, CGV, dan Cinepolis Terbaru 2025

Dampak Aphelion Terhadap Bumi

Terjadinya fenomena aphelion sering dikaitkan dengan suhu udara yang dingin di bulan-bulan Juli Agustus, benarkah demikian ? 

Berdasarkan penjelasan BMKG, fenomena aphelion tidak memberikan dampak langsung terhadap suhu udara atau cuaca ekstrem di Indonesia.

Baca Juga: Penduduk Sumsel Tembus 8,89 Juta Jiwa, Palembang Masih Terpadat

Menurutnya, aphelion hanya fenomena rutin tahunan yang tidak perlu dikhawatirkan.

Tidak ada potensi gangguan cuaca signifikan yang disebabkan oleh peristiwa ini.

Penyebab Suhu Udara Menurun

Baca Juga: 24 Kasus Karhutla Terjadi di Sumsel, Ogan Ilir Paling Rawan dengan 18 Kejadian

Masih menurut penjelasan BMKG, perubahan suhu udara yang sering dirasakan pada bulan Juli-Agustus lebih disebabkan oleh angin muson timur dari yang bertiup dari Australia.

Dimana di sana, pada saat itu sedang memasuki musim dingin.

Angin ini membawa massa udara dingin dan kering menuju wilayah Indonesia, sehingga menyebabkan suhu udara lebih rendah, terutama pada malam hingga pagi hari.

Jadi, penurunan suhu di bulan-bulan ini tidak disebabkan oleh fenomena tahunan aphelion, melainkan karena faktor pola angin musiman.(*) 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.