Sumsel

Analisis Kriminolog Soal Misteri Kematian Diplomat Kemlu RI, Singgung Adanya Kemungkinan Pembunuhan

St Shofia Munawaroh | 11 Juli 2025, 15:44 WIB
Analisis Kriminolog Soal Misteri Kematian Diplomat Kemlu RI, Singgung Adanya Kemungkinan Pembunuhan

AKURAT. CO SUMSEL - Tewasnya Diplomat Muda Kemlu RI Arya Daru Pangayunan hingga kini masih menjadi misteri.

Pihak kepolisian masih terus berusaha mengungkap tabir di balik kasus ini.

Sejumlah fakta seperti wajah korban yang tertutup lakban dan posisi pintu yang terkunci dari dalam sontak menimbulkan berbagai pertanyaan. 

Baca Juga: Tiga Hari Hilang, Lansia yang Tenggelam di Sungai Komering Ditemukan Meninggal Dunia

Kemungkinan Dugaan Pembunuhan

Kriminolog Haniva Hasna menyebut tidak bisa menyimpulkan penyebab kematian yang tidak lazim ini dengan terburu-buru.

Ia kemudian menyoroti beberapa kejanggalan dalam kasus tewasnya Arya Daru Pangayunan.

Baca Juga: Pemuda di Lubuklinggau Ditangkap Saat Diduga Hendak Lakukan Aksi Begal

Salah satunya adalah pada penggunaan lakban untuk melilit wajah korban yang dinilai tak lazim dan jarang digunakan dalam upaya percobaan bunuh diri.

Menurutnya, dalam kasus bunuh diri biasanya korban menggunakan cara-cara yang cepat.

Sementara penggunaan lakban harus memerlukan peralatan tambahan dan memakan waktu lebih lama.

Baca Juga: Hyundai Perkenalkan Interior Futuristik SUV Listrik Elexio, Siap Meluncur di Tiongkok Kuartal Ketiga 2025

Ia cenderung menilai kasus ini sebagai kasus pembunuhan terencana.

Salah satu indikasinya ada pada saat korban ditemukan dalam kondisi rapi tertutup selimut.

Menurut analisa Hasna, tidak mungkin seseorang yang bunuh diri dengan menutup hidungnya dengan lakban bisa tetap dalam posisi rapi.

Baca Juga: Kualitas Udara Palembang Masih di Level Sedang, PM2.5 Jadi Polutan Utama

Karena saat kehilangan napas, seharusnya ada gerakan-gerakan asimetris yang membuat korban dalam kondisi tidak rapi. 

"Ketika ini rapi, dia pakai selimut, kan sangat-sangat tidak mungkin, kecuali ada orang lain yang membantu mengkondisikan," ujar Hasna. 

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah, Ini 5 Masjid Tua di Palembang yang Sarat Nilai Budaya dan Islam

Minta Polisi Segera Rilis Hasil Autopsi

Sementara itu, berbeda dengan kriminolog UI Adrianus Meliala yang menilai kasus ini bukan pembunuhan.

Analisnya berlandaskan pada fakta pintu korban yang terkunci dari dalam sehingga tidak memungkinkan adanya kemungkinan pihak lain masuk ke dalam.

Baca Juga: Daftar 9 Tersangka Baru Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah PT Pertamina

Adrianus berharap, pihak kepolisian segera merilis hasil autopsi untuk menghentikan berbagai spekulasi liar yang beredar di masyarakat.

Menurutnya, saat ini analisis terkait penyebab kematian Arya Daru berkembang semakin liar.

Termasuk mengaitkan dengan tugas yang bersangkutan sebagai diplomat. 

Baca Juga: 3 Tema Khutbah Jumat yang Relevan untuk Masyarakat Saat Ini

Penyidikan Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Penyelidikan terhadap kasus kematian Arya Daru mulanya ditangani oleh Polres Jakarta Pusat.

Namun kini, penyelidikan kasus tersebut telah diambil alih oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan kesimpulan terkait penyebab kematian korban akan rampung dalam satu pekan.(*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.