Sumsel

Tiga Pelaku Kasus Pembunuhan dan Rudapaksa Siswi di Kuburan Cina Palembang, Diawasi Secara Ketat di Panti Rehabilitasi

Deni Hermawan | 9 September 2024, 19:05 WIB
Tiga Pelaku Kasus Pembunuhan dan Rudapaksa Siswi di Kuburan Cina Palembang, Diawasi Secara Ketat di Panti Rehabilitasi

AKURAT.CO SUMSEL Tiga pelaku pembunuhan dan rudapaksa siswi SMP di Kuburan Cina, Palembang, kini berada di Panti Sosial Anak Indralaya, Sumatera Selatan.

Mereka adalah MZ (13), MS (12), dan AS (12). Saat ini, mereka berada di ruang khusus dan dalam pengawasan ketat di panti, sedangkan satu pelaku lain yakni IS (16) ditahan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Panti Sosial Rehabilitasi Anak Berhadapan Dengan Hukum (PSRABHI), Dian Arip, mengungkapkan bahwa ketiga pelaku dalam pengawasan dan observasi yang lebih ketat.

Baca Juga: Ayah Siswi SMP di Palembang Minta Polisi Hukum Empat Tersangka dengan Adil

Dijelaskannya bahwa kondisi ketiga pelaku tampak normal seperti anak-anak pada umumnya.

“Mereka masih dalam tahap obserasi. Kalau nafsu makan normal dan tidak menunjukan tanda-tanda stress. Mereka layaknya anak-anak biasa,” katanya saat ditanya awak media terkait kondisi tiga pelaku, Senin (9/9/2024).

Sementara itu, Polda Sumsel secara langsung mendatangi panti rehabilitasi untuk memantau kondisi tiga tersangka di 

Kabid Humas, Kombes Pol Sunarto meneybut bahwa proses hukum kasus ini sedang ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Palembang.

“Kami berharap proses hukum dapat berjalan dengan lancar dan kasus ini dapat diselesaikan dengan segera untuk menjaga kondusivitas di Palembang,” jelas Kombes Pol Sunarto.Fakta

Temuan Mencengangkan Dibalik Kasus   

Kasus yang mengegerkan warga Palembang ini berawal dari penemuan mayat siswi SMP di Kuburan Cina pekan lalu.

Dari hasil penyelidikan polisi mengungkapkan bahwa perbuatan keji ini dilakukan empat pelaku yang ternyata merupakan anak yang masih di bawah umur.

Keempat pelaku ialah IS (16), MZA (13), ASA (12) dan NSA (12) yang berstatus pelajar SMP dan SMA.

Mirisnya lagi, motif dan temuan yang didapat polisi mengungkapkan, bahwa tindakan tersebut dipicu akibat pelaku utama IS yang kesal karena cintanya ditolak.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Harryo Sugihhartono, menjelaskan bahwa motif dari tindakan ini diduga terkait dengan masalah pribadi. Pelaku IS disebut merasa sakit hati akibat cintanya ditolak. Pihak kepolisian juga mengidentifikasi adanya video dengan konten dewasa di ponsel milik IS.

Temuan mencengangkan lainnya dari pemeriksaan psikologis terhadap tersangka IS, diduga motif tindakannya dipengaruhi akibat kebiasaan menonton video dewasa.

"Secara psikologis, motivasi utama tindak pidana ini didorong oleh obsesi seksual tersangka yang dipengaruhi oleh konsumsi film dewasa," jelasnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A