Suka Sejarah? Ini 7 Destinasi Wisata Palembang yang Wajib Kamu Kunjungi

AKURAT.CO SUMSEL - Kota Palembang memiliki kekayaan khasanah budaya yang beragam.
Mulai dari kuliner, sentra wisata maupun sejarah.
Kabar baiknya, kota Palembang juga memiliki beberapa wisata sejarah yang bisa kamu kunjungi untuk mengisi waktu di akhir pekan.
Beberapa di antaranya bahkan masih berdekatan karena berlokasi di sekitar Sungai Musi dan Jembatan Ampera.
Apa saja? Simak ulasannya berikut ini:
Benteng Kuto Besak (BKB)
Baca Juga: Sinopsis Doraemon The Movie Nobitas Art World Tales yang Jadi Bagian Perayaan HUT 45 Doraemon
BKB berlokasi di tepian Sungai Musi dekat Jembatan Ampera.
Benteng ini termasuk peninggalan Kesultanan Palembang yang dibangun pada abad 18.
Meski sekarang digunakan oleh TNI, namun area sekitarnya tetap terbuka untuk umum dan jadi pusat kegiatan budaya dan festival.
Baca Juga: Daftar 13 Tersangka dan Peran Masing-masing dalam Kasus Sindikat Penjualan Bayi ke Singapura
Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II
Masjid Agung menjadi salah satu masjid tertua dan terbesar di Palembang.
Selain karena sejarah penyebaran agama islamnya, masjid ini juga terkenal karena arsitekturnya yang memadukan gaya Melayu, Tionghoa, dan Timur Tengah.
Baca Juga: Daftar 13 Tersangka dan Peran Masing-masing dalam Kasus Sindikat Penjualan Bayi ke Singapura
Museum Sultan Muhammad Badaruddin II
Wisata sejarah yang satu ini masih berdekatan dengan area BKB dan Jembatan Ampera.
Museum ini menyimpan benda-benda peninggalan Kesultanan Palembang, arkeologi Sriwijaya, tekstil tradisional, dan sejarah kolonial.
Baca Juga: Jadwal Bioskop Sabtu 19 Juli 2025 di CGV Palembang, Banyak Film Baru Lintas Genre
Situs Kerajaan Sriwijaya (Taman Purbakala Sriwijaya)
Berlokasi di Karanganyar, Gandus, Palembang, siitus yang berupa taman ini juga disebut sisa-sisa pusat Kerajaan Sriwijaya abad ke-7.
Di dalamnya terdapat banyak peninggalan kanal, prasasti, dan reruntuhan arkeologis yang menguatkan peran Palembang sebagai pusat maritim dan agama Buddha kuno.
Baca Juga: Hujan Ringan Hampir Rata di Seluruh Sumsel Jumat 18 Juli 2025
Kampung Kapitan
Beralih ke seberang Sungai Musi, terdapat sebuah kampung tua Tionghoa yang dipimpin oleh Kapitan Cina pada masa kolonial.
Rumah-rumah tua di kampung ini bergaya arsitektur kolonial Tionghoa masih berdiri kokoh dan bisa dikunjungi.
Baca Juga: 40 Ribu Siswa Baru SD dan SMP di Palembang Bakal Terima Seragam Pramuka Gratis
Prasasti Kedukan Bukit
Di sekitar Sungai Musi juga terdapat sebuah prasasti yang disebut prasasti Kedukan Bukit.
Prasasti ini ditemukan di Bukit Siguntang pada tahun 682 Masehi sekaligus menjadi prasasti tertua di Indonesia.
Prasasti ini juga menjadi bukti berdirinya Kerajaan Sriwijaya di bumi Sumatera.
Kampung Al Munawar
Saatnya pindah ke kawasan 13 ulu yang ada di tepi Sungai Musi.
Baca Juga: Jelang Musim Kemarau, Menko Polkam Budi Gunawan Dijadwalkan Tinjau Kesiapan Sumsel Hadapi Karhutla
Di sini terdapat sebuah Kampung Arab yang usianya sudah ratusan tahun.
Di dalamnya terdapat rumah-rumah panggung kayu lengkap dengan nuansa tradisi Islam Arab yang kental karena masih dihuni oleh keturunan Hadramaut.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








