Serba Serbi Festival Perahu Bidar Palembang, Cara Klasik Merawat Warisan Budaya Hampir Punah

AKURAT. CO SUMSEL - Festival Perahu Bidar menjadi salah satu agenda besar yang ditunggu masyarakat Palembang di tahun 2025.
Festival Perahu Bidar merupakan ajang adu kecepatan perahu yang diisi oleh para pendayung tradisional.
Acara ini biasanya digelar di bulan Agustus sekaligus untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI).
Baca Juga: Dari OKU Timur ke Empat Lawang, Inilah 4 Penghasil Duku Terbesar di Sumsel
Tahun ini, Festival Perahu Bidar digelar pada 15 hingga 17 Agustus 2025.
Berikut hal-hal yang bisa diketahui dari ajang adu dayung Festival Perahu Bidar.
Selalu Diadakan di Sungai Musi
Setiap tahunnya, acara Festival Perahu Bidar selalu diadakan di Sungai Musi yang memang menjadi salah satu ikon terkenal kota Palembang.
Tahun ini, Festival Perahu Bidar mengusung tema "Mengenal Sungai Musi Pusat Peradaban Melalui Bidar Tradisional".
Baca Juga: Palembang Puncaki Daftar Tujuan Wisata Sumsel, Musi Rawas Utara Paling Sepi Pengunjung
Event ini mempertahankan tradisi dengan perahu bidar, yang terbuat dari kayu unglin sepanjang 29 meter, meskipun kini menggunakan kayu papan karena kelangkaan pohon kayu panjang.
Setiap perahu terdiri dari 55 pendayung dan 2 penyemangat yang berlomba melalui babak penyisihan hingga final.
Baca Juga: Dokter di RSUD Sekayu Diancam dan Dipaksa Lepas Masker Saat Tangani Pasien TBC, Polisi Turun Tangan
Rute Kompetisi Adu Dayung
Festival Perahu Bidar merupakan kompetsi mendayung di Sungai Musi dengan menempuh lintasan sepanjang 1500 meter.
Rutenya dimulai dari ex-pelabuhan 35 Ilir dan berakhir di Plaza Benteng Kuto Besak.
Baca Juga: BKN Palembang: Honorer Non-Database Bisa Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu, Asal Pernah Ikut Tes
Rangkaian Acara
Bukan sekedar ajang adu dayung, di Festival Perahu Bidar masyarakat Palembang juga akan disuguhi berbagai macam hiburan secara gratis.
Mulai dari perahu motor hias, pengenalan tentang Bidar Tradisional, panggung hiburan rakyat, dan pameran pembangunan daerah.
Semua ini akan digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus melestarikan warisan budaya yang hampir punah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









