Tim SAR Gabungan Temukan Satu Orang Terjatuh Dari Kapal Jukung ke Sungai Musi Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang korban yang diduga terjatuh dari Kapal Jukung di Sungai Musi tepatnya sekitaran Pulau Kemarau Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Korban yang ditemukan meninggal dunia tersebut adalah Heriyanto (46) warga sekitar lokasi kejadian.
Menurut laporan, peristiwa itu bermula saat korban bersama temannya berangkat menggunakan Kapal Jukung Putra Kelana dengan Person On Board (POB) muatan hanya dua orang dari Dermaga Jembatan Ampera Palembang menuju Sungai Baung, Sumsel.
Ditengah perjalanan, korban ini berpamitan kepada temannya untuk membuat kopi di bagian Buritan Kapal Jukung itu, tetapi sekian lama menunggu temannya ini memiliki kecuriga'an korban tidak kunjung datang kembali.
Lalu temannya ini pun mencari keberadaan korban, namun tidak juga bertemu di Kapal Jukung. Temannya menduga korban ini tenggelam atau terpeleset di Aliran Sungai Musi Palembang.
Selanjutnya, teman korban meminta pertolongan kepada warga sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP), Tim Basarnas Palembang serta yang lainnya. Tidak lama kemudian, korban berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi awal TKP.
Kepala Kantor Basarnas Palembang, Raymond Konstantin, menyatakan bahwa korban ditemukan tersangkut tumpukan eceng gondok disekitar Jembatan Musi VI Palembang, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 15.40 WIB.
"Korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR Gabungan telah melakukan evakuasi dan membawa jenazah kerumah duka korban, untuk proses pemakaman," kata Raymond Konstantin, Senin (20/7/2026).
Dia menyampaikan, belasungkawa kepada keluarga korban dan mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI, Polri serta masyarakat yang telah bekerja sama dalam proses pencarian.
"Alhamdulillah korban sudah berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh usur gabungan yang telah bekerja secara maksimal selama operasi pencarian," ujar Raymond Konstantin.
Dia menghimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di perairan agar selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti jaket pelampung serta yang lainnya.
"Selain itu, saya himbau juga untuk tidak melakukan aktivitas yang berisiko ketika kapal sedang berlayar," ungkap Raymond Konstantin.
Dia meminta kepada masyarakat apabila mengalami atau mengetahui adanya kondisi kedaruratan yang memerlukan bantuan pencarian dan pertolongan.
"Saya mintak dapat segera menghubungi Basarnas melalui Emergency Call 115, yang dapat diakses gratis selama 24 jam," terang Raymond Konstantin. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









