Sumsel

Menu Haji Dievaluasi, Rendang Dicoret dari Penerbangan Jemaah Sumsel

Kurnia | 18 April 2026, 16:35 WIB
Menu Haji Dievaluasi, Rendang Dicoret dari Penerbangan Jemaah Sumsel
Ilustrasi makanan.

AKURAT.CO SUMSEL Menu makanan untuk jemaah haji asal Sumatera Selatan tahun 2026 mendapat perhatian khusus.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan seluruh konsumsi selama penerbangan dalam kondisi aman, sekaligus melakukan evaluasi terhadap jenis makanan yang dinilai berisiko bagi kesehatan.

Hasilnya, salah satu menu populer seperti rendang tidak direkomendasikan untuk disajikan di dalam pesawat.

Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, menjelaskan bahwa makanan dengan cita rasa terlalu pedas dan asam berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan bagi jemaah.

“Menu seperti rendang cenderung pedas dan kurang cocok dikonsumsi selama penerbangan karena bisa memicu ketidaknyamanan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Sebagai gantinya, menu akan diarahkan ke olahan yang lebih ringan seperti ayam dan ikan yang lebih mudah dicerna tubuh.

Evaluasi ini dilakukan setelah uji kelayakan makanan bersama Balai Karantina Kesehatan Kelas I Palembang terhadap katering dari Saudi Arabia Airlines.

Baca Juga: Malam Minggu di Palembang Makin Seru! CFN Kolonel Atmo Hadirkan Kuliner, Seni, dan 8 Titik Parkir

Dalam uji tersebut, berbagai menu dicoba, mulai dari nasi dengan lauk daging dan sayur, olahan ikan, capcay, hingga roti dan makanan ringan seperti muffin serta buah-buahan.

Selain makanan, jemaah juga tidak dianjurkan mengonsumsi minuman seperti kopi dan soda selama penerbangan. Sebagai alternatif, air putih, teh, dan susu dinilai lebih aman untuk menjaga kondisi tubuh.

Dalam satu kali perjalanan, setiap jemaah akan mendapatkan dua kali makanan utama dan dua kali makanan ringan.

Dinkes juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik sebelum berangkat, termasuk mengatur pola makan, cukup istirahat, serta menghindari aktivitas berlebihan.

Di sisi lain, persiapan kesehatan seperti vaksinasi terus dikebut. Pemerintah menargetkan seluruh jemaah telah menerima vaksin penting, termasuk polio, meningitis, dan COVID-19 dalam waktu de

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia