Sumsel

Tak Sekadar Jual Pupuk, Pusri Gencarkan Edukasi Petani Demi Dongkrak Produktivitas

Kurnia | 15 April 2026, 16:52 WIB
Tak Sekadar Jual Pupuk, Pusri Gencarkan Edukasi Petani Demi Dongkrak Produktivitas
Tak Sekadar Jual Pupuk, Pusri Gencarkan Edukasi Petani Demi Dongkrak Produktivitas

AKURAT.CO SUMSEL Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tak hanya dilakukan melalui penyediaan pupuk, tetapi juga lewat peningkatan pengetahuan petani.

PT Pusri Palembang, bagian dari PT Pupuk Indonesia (Persero), kini semakin aktif mengedukasi petani tentang pentingnya pemupukan berimbang.

Langkah ini dinilai krusial untuk mendorong produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

VP Komunikasi & Administrasi Korporat PT Pusri Palembang, Rustam Effendi, mengatakan bahwa peran perusahaan tidak berhenti pada distribusi pupuk semata.

“Pusri berkomitmen tidak hanya menyediakan pupuk, tetapi juga memberikan edukasi agar petani memahami cara penggunaan yang tepat. Dengan pemupukan berimbang, hasil panen bisa lebih optimal,” ujarnya.

Dalam program edukasi tersebut, Pusri menekankan penggunaan pupuk majemuk NPK yang mengandung tiga unsur hara utama, yakni nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K). Ketiga unsur ini berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman secara menyeluruh.

Nitrogen membantu pertumbuhan daun dan batang, fosfat memperkuat akar serta mempercepat pembungaan, sementara kalium meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama sekaligus memperbaiki kualitas hasil panen.

Untuk mendukung kebutuhan petani, Pusri juga menghadirkan berbagai varian pupuk NPK, mulai dari formula umum seperti NPK 15-15-15 hingga produk khusus untuk komoditas tertentu seperti kopi dan kelapa sawit.

Selain kandungan hara yang seimbang, pupuk NPK produksi Pusri dirancang dengan kualitas granul yang seragam dan mudah diaplikasikan di berbagai jenis lahan. Hal ini memungkinkan penyerapan nutrisi lebih efisien oleh tanaman.

Baca Juga: Pusri Pastikan Stok Pupuk Sumbar Aman di Tengah Transisi Rayon, Distribusi Tetap Lancar

Dalam praktiknya, pemupukan dilakukan secara bertahap sesuai fase pertumbuhan. Pada fase awal atau sekitar 7–14 hari setelah tanam, pupuk diberikan untuk merangsang pertumbuhan akar. Sementara pada fase 25–30 hari, pemupukan lanjutan dilakukan guna mendukung pembentukan bunga dan buah.

Melalui kombinasi edukasi dan inovasi produk, Pusri optimistis dapat membantu meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lahan.

Langkah ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia