WFH ASN di Sumsel Berpotensi Hemat BBM hingga 18 Persen, Herman Deru Kaji Dampaknya ke Ekonomi

AKURAT.CO SUMSEL Wacana penerapan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumatera Selatan (Sumsel) dinilai berpotensi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Gubernur Herman Deru menyebut, kebijakan tersebut bisa menghemat penggunaan BBM hingga 18 persen.
Menurut Deru, angka tersebut berasal dari simulasi jika ASN menjalankan WFH satu kali dalam sepekan atau sekitar empat hari dalam sebulan. Pengurangan mobilitas dinilai menjadi faktor utama efisiensi penggunaan BBM.
“Penghematan BBM bisa mencapai sekitar 18 persen dari belanja operasional jika WFH diterapkan empat hari dalam sebulan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Meski berpotensi menghemat energi, Deru menegaskan kebijakan ini tidak bisa diterapkan secara terburu-buru. Pemerintah daerah harus mempertimbangkan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia mencontohkan sektor usaha kecil seperti kantin di lingkungan perkantoran yang berpotensi terdampak jika jumlah pegawai yang bekerja di kantor berkurang.
“Jangan sampai kita menghemat BBM, tapi justru membuat aktivitas ekonomi ikut melambat,” katanya.
Terkait waktu pelaksanaan, pemerintah masih mengkaji hari yang paling tepat untuk penerapan WFH. Deru menyebut, pemilihan hari harus mempertimbangkan potensi penyalahgunaan oleh oknum ASN.
Menurutnya, jika diterapkan pada awal atau akhir pekan seperti Senin atau Jumat, ada kemungkinan dimanfaatkan untuk memperpanjang libur.
“Kalau di awal atau akhir pekan, bisa jadi ‘hari kejepit nasional’. Jadi yang paling memungkinkan saat ini adalah hari Rabu,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Chandra, memastikan ketersediaan BBM di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman.
Pemerintah daerah terus memantau distribusi energi guna mengantisipasi dampak dari dinamika global. Hingga kini, belum ditemukan adanya kelangkaan atau antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar.
“Distribusi BBM masih normal. Tidak ada antrean panjang atau gangguan pasokan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









