Sumsel

Puncak Arus Mudik di Sumsel Diprediksi 17 Maret, Aparat Siapkan Strategi Pengamanan

Kurnia | 13 Maret 2026, 12:30 WIB
Puncak Arus Mudik di Sumsel Diprediksi 17 Maret, Aparat Siapkan Strategi Pengamanan
Puncak Arus Mudik di Sumsel Diprediksi 17 Maret, Aparat Siapkan Strategi Pengamanan

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memprediksi puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah akan terjadi pada 17 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 28–29 Maret 2026.

Berbagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan pergerakan masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan koordinasi lintas sektor penting dilakukan untuk memastikan seluruh aspek pelayanan kepada masyarakat selama mudik dapat berjalan optimal.

Menurutnya, pengamanan Lebaran tidak hanya berfokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga mencakup kesiapan berbagai layanan transportasi serta fasilitas pendukung lainnya.

“Kesiapan arus laut, darat, dan udara harus diperhatikan secara menyeluruh. Karena itu semua pihak diharapkan memberikan masukan agar pelayanan kepada masyarakat selama mudik dapat berjalan dengan baik,” ujarnya., Rabu (13/33/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pengamanan selama masa Lebaran hingga pasca-Lebaran perlu dilakukan secara komprehensif agar potensi kerawanan dapat diantisipasi sejak dini.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho menyatakan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya berkaitan dengan keselamatan lalu lintas, tetapi juga merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan selama Ramadan dan Lebaran.

Menurutnya, berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi kemacetan maupun gangguan lalu lintas, terutama menjelang puncak arus mudik.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: Pemerintah Siapkan 10 Tol Fungsional Tersebar di Jawa, Sumatera dan Kalimantan

Beberapa langkah tersebut antara lain meningkatkan edukasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat, menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan, serta menyiapkan rekayasa lalu lintas jika terjadi kepadatan kendaraan.

Selain itu, kepolisian juga membentuk tim kontingensi untuk menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi selama masa mudik.

Dalam rakor tersebut juga dipaparkan hasil survei jalur mudik yang menjadi perhatian selama arus mudik dan balik Lebaran.

Sejumlah jalur lintas provinsi dipetakan sebagai jalur utama yang akan dilalui pemudik, seperti jalur Lintas Tengah yang menghubungkan Martapura hingga Muratara, serta jalur Palembang menuju Muara Enim dan Lubuklinggau.

Selain jalur lintas provinsi, jalur tol juga menjadi alternatif penting bagi pemudik untuk mempercepat waktu tempuh perjalanan.

Beberapa ruas tol yang menjadi perhatian antara lain Tol Palembang–Indralaya, Tol Kayuagung–Palembang, Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayuagung, Tol Indralaya–Prabumulih, serta Tol Betung–Tempino–Jambi yang memiliki sejumlah titik rawan kecelakaan maupun kemacetan.

Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan juga menyiapkan Posko Angkutan Lebaran 2026 yang berfungsi memantau pergerakan transportasi serta memastikan pelayanan angkutan berjalan lancar selama masa mudik dan arus balik.

Berdasarkan perkiraan, peningkatan arus mudik mulai terjadi pada 13 hingga 16 Maret 2026 sebelum mencapai puncaknya pada 17 Maret.

Sementara itu, arus balik diprediksi mulai meningkat beberapa hari setelah Hari Raya Idulfitri yang diperkirakan jatuh pada 19–20 Maret 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia