‘Si Belang’ Jadi Sapi Kurban Kedua Presiden Prabowo di Palembang, Diserahkan untuk Pesantren Habib Mahdi

AKURAT.CO SUMSEL Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menunjukkan kepeduliannya pada masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) dengan menyumbangkan satu ekor sapi kurban jenis Friesian Holstein (FH) berbobot 859 kilogram untuk pondok pesantren milik Habib Mahdi di Palembang.
Sapi yang diberi nama ‘Si Belang’ ini menjadi hewan kurban kedua yang dikirim Presiden ke Palembang dalam momentum Idul Adha 1446 Hijriah.
Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumsel, Ruzuan. Ia menyatakan bahwa penyerahan sapi kurban tersebut langsung ditentukan oleh pihak Istana Kepresidenan.
“Iya benar, Presiden menyumbang satu sapi lagi ke Provinsi Sumsel untuk diberi ke pesantren milik Habib Mahdi. Ini langsung dari Istana yang menunjuk lokasinya,” ujar Ruzuan, Kamis (5/6/2025).
Sapi jenis FH tersebut dibeli dari peternak lokal bernama Muhammad Idil yang berlokasi di Jalan Pangeran Ayin, Lorong Trembesi Pedado, Sako Baru, Palembang.
Nantinya, ‘Si Belang’ akan disembelih pada Minggu, 8 Juni 2025 atau H+3 Idul Adha di Jalan Prajurit Kemas Ali No. 2758, RT.26, Kelurahan 26 Ilir, Sekojo Palembang.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah menyumbangkan satu ekor sapi kurban jenis simental bernama ‘Blembo’ seberat 1,01 ton yang diperuntukkan bagi masyarakat Kota Palembang. Sapi tersebut akan dipotong di Masjid Dharma Wanita Baiturrahman, kawasan rumah susun Jalan Radial, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit.
Sekretaris DKPP Sumsel, Rahmat M. Harahap, mengungkapkan bahwa total sebanyak 18 ekor sapi kurban dari Presiden akan disebarkan ke 17 kabupaten/kota di Sumsel pada Idul Adha tahun ini. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan satu ekor hewan kurban untuk setiap provinsi.
“Ini menjadi kebijakan baru Presiden untuk menyebar lebih banyak manfaat. Sapi kurban akan diserahkan ke berbagai wilayah secara merata di Sumsel,” ujar Rahmat.
Sementara itu, perwakilan Sekretariat Kabinet (Setkab), Rio Gunawan, menyebutkan bahwa pengadaan hewan kurban di daerah dilakukan melalui kerja sama antara dinas terkait dan para peternak lokal, dengan Setkab hanya mengatur sisi administratif dan pengawasan pelaksanaan.
“Tahun ini Presiden berkenan melakukan kurban sapi di seluruh kabupaten/kota di 38 provinsi. Jumlah totalnya sekitar 550 ekor sapi,” jelas Rio.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









