Tirta Musi Mulai Normalisasi Air Bersih ke 9 Kecamatan Usai Perbaikan Pipa Rusak

AKURAT.CO SUMSEL Setelah berjibaku semalaman, tim teknis Perumda Tirta Musi Palembang akhirnya menyelesaikan perbaikan besar pada jaringan pipa air baku dari Intake Karang Anyar yang selama ini menjadi tulang punggung suplai ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) 3 Ilir.
Distribusi air bersih ke pelanggan di sembilan kecamatan kini mulai dinormalkan secara bertahap.
Plh Direktur Utama Perumda Tirta Musi, Rahmad, mengatakan pekerjaan perbaikan dilakukan dengan intensif hingga dini hari, demi memastikan kerusakan tidak berkembang lebih parah.
“Alhamdulillah, semalam tim kami kerja tanpa henti untuk menyelesaikan perbaikan pipa air baku yang menyuplai ke IPA 3 Ilir. Saat ini distribusi air ke IPA Rambutan dan 3 Ilir sudah kembali dilakukan, tinggal normalisasi bertahap ke pelanggan,” jelas Rahmad, Jumat (20/6/2025).
Kerusakan pada pipa disebabkan oleh korosi yang menandakan usia teknis jaringan sudah melewati masa pakai. Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini dikhawatirkan berdampak lebih luas terhadap layanan air bersih warga Palembang.
“Kita memang harus mengganti bagian pipa yang rusak agar tidak menimbulkan gangguan lebih besar terhadap sistem pengolahan air,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Palembang Kesulitan Air Bersih, PDAM Hentikan Distribusi di 9 Kecamatan Akibat Perbaikan Pipa
Namun, proses perbaikan sempat menghadapi tantangan serius di lapangan. Lokasi galian berada di tepi anak sungai Jalan Tanjung Burung, menyebabkan air sungai masuk ke area pekerjaan dan menghambat proses pengelasan pipa.
“Kendala utama adalah pengeringan galian yang terus dimasuki air sungai, ini membuat pekerjaan yang seharusnya rampung dalam 12 jam mundur delapan jam,” terang Rahmad.
Normalisasi aliran air bersih mulai dilakukan sejak Jumat pukul 00.00 WIB. Wilayah yang berada paling jauh dari IPA 3 Ilir diperkirakan baru akan mendapatkan aliran stabil, Sabtu (21/6/2025) malam.
Atas gangguan layanan ini, Tirta Musi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya di sembilan kecamatan yang terdampak. Namun Rahmad menegaskan bahwa perbaikan ini penting untuk menjaga keberlanjutan layanan air bersih ke depan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Langkah ini memang harus diambil agar sistem distribusi air tetap aman dan andal,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









