Banjir Melanda Tujuh Kabupaten di Sumsel, Ribuan Kepala Keluarga Terdampak

AKURAT.CO SUMSEL Beberapa daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) dilanda banjir besar akibat hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan luapan sungai di sejumlah wilayah.
Tujuh kabupaten dan kota terdampak bencana ini, yaitu Musi Rawas Utara (Muratara), Musi Rawas (Mura), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Palembang, Musi Banyuasin (Muba), Prabumulih, dan Banyuasin.
Ribuan kepala keluarga (KK) harus menghadapi dampak banjir yang merendam pemukiman mereka.
Kepala Pelaksana BPB Sumsel, M Iq bal Alisyahbana melalui Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa banjir terparah terjadi di wilayah Muratara, Mura, dan Muba.
"Banjir yang melanda Muratara dan Mura telah berlangsung lebih dari sepekan, sementara di Muba sudah lebih dari lima hari," ujar Sudirman, Selasa (11/3/2025).
BPBD Sumsel mencatat bahwa di Musi Rawas, banjir melanda Kecamatan Muara Lakitan dengan tujuh desa terdampak, mengakibatkan 3.520 KK harus menghadapi genangan air.
Beberapa desa yang terkena dampak meliputi Lubuk Pandan (380 KK), Semangus (438 KK), Pendingan (50 KK), Prabumulih 1 (305 KK), Muara Lakitan (1.160 KK), Sungai Pinang (37 KK), dan Prabumulih 2 (150 KK).
Luapan Sungai Lakitan dan Sungai Musi menjadi penyebab utama banjir di wilayah ini.
Baca Juga: BPBD Sumsel Salurkan Bantuan Gubernur untuk Korban Bencana di PALI
Di Muratara, lima kecamatan terdampak banjir, yakni Rawas Ulu (dua desa), Rawas Ilir (tujuh desa), Karang Dapo (tujuh desa), Rupit (10 desa), dan Karang Jaya (lima desa). Banyak warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai harus mengungsi akibat genangan air yang cukup tinggi.
Di Musi Banyuasin, enam wilayah terdampak dengan total 4.168 KK terpaksa menghadapi dampak banjir. Luapan Sungai Rawas, Sungai Musi, dan Sungai Batanghari memperburuk kondisi di daerah ini.
Sementara itu, di Kabupaten PALI, banjir melanda Kecamatan Tanah Abang yang menyebabkan 3.827 KK terdampak. Luapan Sungai Lematang merendam rumah, sekolah, sawah, kebun karet, hingga jalan setapak.
Di Banyuasin, Kecamatan Talang Kelapa menjadi salah satu wilayah terdampak, dengan total 1.071 KK terdampak banjir.
Banjir juga melanda Kecamatan Prabumulih Barat di Kota Prabumulih, meskipun data jumlah KK terdampak masih dalam perhitungan. Sedangkan di Palembang, Kecamatan Ilir Timur I dan II mengalami genangan air yang berdampak pada 100 KK.
Menurut Sudirman, banjir ini disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang berlangsung dalam durasi panjang, sebagaimana dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Hujan deras di hulu menyebabkan beberapa sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga," jelasnya.
BPBD kabupaten dan kota bersama tim gabungan dari TNI dan Polri telah mendirikan posko di tingkat kecamatan guna mempercepat penanganan banjir.
Bantuan seperti perahu karet dan pompa air juga telah dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak.
"Saat ini, kondisi banjir mulai berangsur surut di beberapa titik," pungkas Sudirman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









