Sumsel

Turnamen Menanti Cup 2026 di Muara Enim Ricuh, Wasit Asal Prabumulih Dikeroyok

Kurnia | 17 Oktober 2026, 14:06 WIB
Turnamen Menanti Cup 2026 di Muara Enim Ricuh, Wasit Asal Prabumulih Dikeroyok
Turnamen Menanti Cup 2026 di Muara Enim Ricuh, Wasit Asal Prabumulih Dikeroyok. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Turnamen sepak bola Menanti Cup 2026 di Desa Menanti, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, berakhir ricuh pada Minggu (11/10/2026) sore.

Seorang wasit bernama Riski Agung Robiansyah dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, setelah pertandingan yang ditentukan melalui adu penalti berakhir. Kericuhan diduga dipicu ketidakpuasan suporter terhadap hasil pertandingan.

Berdasarkan informasi yang beredar, situasi di lapangan memanas ketika sejumlah penonton dan suporter masuk ke area pertandingan. Mereka kemudian mengejar Riski, yang diketahui berasal dari Kota Prabumulih.

Wasit tersebut sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menjauh dari kerumunan. Namun, situasi yang tidak terkendali membuatnya dilaporkan mengalami pemukulan dan pengeroyokan.

Baca Juga: Ratu Dewa dan Kapolda Sumsel Perkuat Pemberantasan Narkoba di Palembang

Peristiwa itu turut menjadi perhatian setelah video kericuhan beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @topikviral.official.

Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah orang mengejar wasit di tengah kepanikan di lapangan. Riski tampak berusaha menghindari kerumunan yang mengejarnya.

Keterangan yang menyertai unggahan itu menyebutkan bahwa wasit asal Prabumulih tersebut menjadi korban amukan massa setelah pertandingan berlangsung.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi terverifikasi mengenai kronologi lengkap kejadian, identitas pihak-pihak yang terlibat, maupun penyebab pasti kericuhan tersebut.

Informasi lebih lanjut mengenai kondisi korban dan penanganan insiden ini juga masih belum diketahui.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia