Sumsel

Pilkada 2024 dan Fenomena Politik Uang: Saat Materialisme Mengalahkan Demokrasi

Haris Ma'ani | 17 Desember 2024, 12:00 WIB
Pilkada 2024 dan Fenomena Politik Uang: Saat Materialisme Mengalahkan Demokrasi

AKURAT.CO SUMSEL Tingkat partisipasi pemilih yang hanya mencapai 68 persen secara nasional menjadi perhatian utama.

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan partisipasi pada Pilpres dan Pileg sebelumnya, yang masing-masing mencatatkan 81,78 persen dan 81 persen.

Direktur Sentral Politika, Subiran Paridamos, mengungkapkan rendahnya tingkat partisipasi mencerminkan lemahnya literasi dan edukasi politik di masyarakat.

"Partai politik seharusnya berperan aktif dalam memberikan literasi politik, namun justru kerap terjebak dalam praktik materialisme politik, seperti politik uang," ujarnya, Selasa (17/12/2024).

Baca Juga: Nikmati Hidangan Hangat Berkuah Saat Hujan, Pilihan Lezat untuk Menghangatkan Tubuh

Praktik politik uang menjadi salah satu catatan kritis dalam Pilkada 2024. Menurut Subiran, masyarakat seringkali memilih kandidat berdasarkan iming-iming amplop atau bantuan sembako.

"Ini diperparah oleh kondisi ekonomi yang lemah, membuat masyarakat rentan terhadap permainan politik uang," katanya.

Subiran juga menyoroti lemahnya sistem rekrutmen di internal partai politik, yang masih menggunakan pola lama berbasis kompromi politik mahal.

Hal ini, menurutnya, melahirkan kandidat yang minim integritas dan kualitas, karena lebih berorientasi pada biaya daripada kemampuan memimpin. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto