Produksi Padi Sumsel 2026 Ditargetkan Naik 5 Persen, Tembus 3,77 Juta Ton

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan produksi padi tahun 2026 mencapai 3.778.673 ton Gabah Kering Giling (GKG), atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan capaian produksi tahun 2025 yang tercatat sebesar 3.598.736 ton.
Target produksi padi Sumsel ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumsel, Bambang Pramono, menyampaikan bahwa capaian produksi padi pada 2025 menjadi modal kuat untuk mendorong peningkatan produksi di tahun berikutnya.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat hingga petani di lapangan, Bambang optimistis target kenaikan produksi padi Sumatera Selatan 2026 dapat terealisasi.
Bambang Pramono mengungkapkan, produksi padi Sumsel pada 2025 diperkirakan mencapai hampir 3,8 juta ton GKG. Angka tersebut menjadi fondasi penting dalam menyusun target produksi padi tahun 2026.
Baca Juga: Realme Siapkan Smartphone dengan Baterai 10.000mAh, Sinyal Peluncuran Makin Kuat
“Di tahun 2025 produksi kita insyaallah bisa mencapai sekitar 3,8 juta ton GKG. Dan di tahun 2026 akan ada peningkatan 5 persen dari produksi tahun 2025,” ujar Bambang, Kamis (15/1/2026).
Ia menilai tren positif sektor pertanian Sumsel menunjukkan potensi besar untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Langkah awal yang dilakukan DPTPH Sumsel adalah mengamankan luas panen yang telah berproduksi pada 2025. Upaya ini bertujuan agar lahan sawah tidak beralih fungsi dan tetap produktif di tahun berikutnya.
“Langkah awal yang kita lakukan adalah bagaimana kita mengamankan luas panen di tahun 2025 agar tetap panen di tahun 2026,” jelas Bambang.
Pengamanan luas panen dinilai krusial agar produksi padi Sumsel tidak mengalami penurunan akibat penyusutan lahan.
Selain menjaga luas panen, peningkatan produksi padi 2026 juga akan ditempuh melalui optimalisasi intensifikasi pertanian. Strategi ini diarahkan untuk menutup kekurangan produksi sekaligus meningkatkan hasil panen secara bertahap.
“Kita akan mencari tambahan produksi melalui optimalisasi intensifikasi, di antaranya dengan bantuan benih serta pengawalan percepatan tanam dan panen,” kata Bambang.
Bantuan sarana produksi dan pendampingan teknis menjadi bagian penting dalam strategi tersebut.
Bambang menambahkan, percepatan tanam dan panen menjadi kunci untuk meningkatkan indeks pertanaman di Sumsel. Dengan pola tanam yang lebih efisien, produktivitas lahan bisa dimaksimalkan tanpa perlu membuka lahan baru.
“Dengan percepatan tanam dan panen, diharapkan di tahun 2026 ini tidak hanya mengamankan produksi tahun 2025, tetapi juga menambah produksi,” ujarnya.
Langkah ini sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.
DPTPH Sumsel menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencapai target produksi padi 2026. Kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, penyuluh pertanian, serta institusi terkait dinilai sangat menentukan.
“Sinergisitas dengan institusi lainnya sangat diperlukan agar target yang kita canangkan bisa tercapai,” kata Bambang.
Target peningkatan produksi padi Sumsel 2026 sebesar 5 persen mencerminkan optimisme pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






