Soal Kritikan Diaspora, Shin Tae-yong Sebut Pemain Naturalisasi Dorong Kualitas Timnas

AKURAT.CO SUMSEL Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), akhirnya merespons berbagai kritik yang muncul terkait penggunaan pemain naturalisasi di skuad Garuda.
STY meminta publik untuk melihat kehadiran pemain keturunan dari perspektif yang lebih luas, mengingat kontribusi besar mereka dalam meningkatkan performa tim nasional.
Shin Tae-yong menjelaskan bahwa tujuan utama dari naturalisasi adalah meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia hingga mampu bersaing di level internasional.
""Memang ada yang khawatir bahwa pemain naturalisasi akan mengurangi kesempatan pemain lokal untuk berkembang. Namun, saya ingin menegaskan bahwa hal itu tidak selalu benar. Jika kita bisa naik ke peringkat 50 besar dalam ranking FIFA, sepakbola Indonesia akan semakin sulit dikalahkan," ujar Shin Tae-yong, Jumat (27/9/2024).
Pelatih asal Korea Selatan tersebut meminta masyarakat untuk tidak hanya melihat hal-hal kecil, tetapi memahami gambaran besar dari keputusan yang diambil demi kemajuan sepakbola nasional.
Kritik terhadap maraknya pemain naturalisasi di Timnas Indonesia memang sempat mencuat belakangan ini. Salah satu yang cukup keras menyuarakan kritik tersebut adalah Peter Gontha, mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia.
Ia bahkan sempat mencurigai adanya pemain naturalisasi yang memiliki paspor ganda, sebuah isu yang ramai diperbincangkan.
Saat ini, setidaknya ada 13 pemain keturunan yang memperkuat Timnas Indonesia. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah dengan rencana naturalisasi dua pemain diaspora lainnya, yakni Mees Hilgers dan Eliano Reijnders.
Baca Juga: Ayah Mertua Korban Kecelakaan Truk di Palembang: Tidak Ada Firasat Atau Tanda-Tanda
Keduanya diharapkan bisa bergabung dengan Timnas Indonesia saat menghadapi Bahrain dan China pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang digelar Oktober mendatang.
Shin Tae-yong juga menekankan bahwa kehadiran pemain naturalisasi telah memberikan dampak positif terhadap performa Timnas Indonesia, yang disambut baik oleh para penggemar sepakbola di tanah air.
Dirinya yakin, dengan bantuan pemain diaspora, Indonesia bisa memperbaiki posisinya di ranking FIFA dan menjadi tim yang lebih kompetitif.
"Kita semua bisa melihat antusiasme masyarakat dan penggemar sepak bola kita meningkat pesat. Keberadaan pemain naturalisasi jelas memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan sepak bola Indonesia saat ini,"
lanjut Shin Tae-yong.
Lebih jauh lagi, ia optimistis bahwa kehadiran pemain naturalisasi akan menjadi aset penting, terutama jika Indonesia berhasil lolos ke Piala Dunia. Hal ini juga dinilai dapat meningkatkan apresiasi terhadap Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang dinilai berjasa dalam memajukan sepakbola Indonesia.
"Jika kita berhasil masuk ke Piala Dunia dan sepakbola Indonesia terus maju, saya yakin semua orang akan menghargai upaya Pak Erick Thohir. Sepakbola Indonesia berpotensi menjadi yang terkuat di Asia," pungkas Shin Tae-yong. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








