Dukung Swasembada Pangan, Pemprov Sumsel Instruksikan Daerah Petakan Potensi Sumber Daya Air

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk segera melakukan pemetaan mendalam terkait pengelolaan sumber daya air. Langkah strategis ini diambil guna memastikan pengelolaan air dilakukan secara terintegrasi, demi mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat dan daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, menekankan bahwa Bumi Sriwijaya memiliki kekayaan air yang luar biasa, terutama dari banyaknya aliran sungai yang melintasi wilayah tersebut.
Menurut Edward, melimpahnya potensi sungai di Sumsel harus ditata agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk sektor pertanian dan perkebunan melalui pembangunan irigasi serta waduk yang terintegrasi.
"Potensi air yang besar ini perlu dikelola dengan baik agar muaranya benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Penataan yang tepat akan menjadi fondasi pembangunan daerah ke depan," ujar Edward Candra di Palembang, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: Tetap Berjalan, Program Makan Bergizi Gratis di Palembang Selama Ramadan Dialihkan Jadi Takjil
Ia menambahkan, keterkaitan antara ketahanan air dan ketahanan pangan menjadi atensi khusus bagi Presiden Prabowo Subianto serta Gubernur Herman Deru, mengingat Sumsel merupakan salah satu lumbung pangan nasional.
Ambisi pengelolaan air yang berkelanjutan ini bukan tanpa alasan. Hingga akhir tahun 2025, Sumatera Selatan mencatatkan prestasi gemilang dengan memproduksi padi sebesar 3.598.736 ton. Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 23,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut menempatkan Sumsel sebagai salah satu dari tiga besar provinsi di Indonesia dengan peningkatan produksi padi tertinggi secara nasional, bersaing ketat dengan Jawa Timur dan Jawa Barat.
Pemprov Sumsel optimistis, dengan adanya pemetaan sumber daya air yang akurat di tingkat kabupaten/kota, produktivitas padi dapat terus ditingkatkan melampaui capaian tahun 2025.
Pengelolaan air yang terpadu diharapkan tidak hanya mengamankan stok pangan lokal, tetapi juga memperkuat posisi Sumsel sebagai penyokong utama swasembada pangan di luar Pulau Jawa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








