Sianida Kembali Disebut-sebut, Bahaya nya Mulai dari Kejang-kejang Hingga Jantung Berhenti Berdetak
AKURAT.CO, SUMSEL - Film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso yang tayang di Netflix 28 September 2023 itu viral. Film tersebut mengulas tentang kasus pembunuhan kopi sianida yang terjadi pada tahun 2016 silam.
Jessica Wongso menjadi tersangka setelah sahabatnya meninggal dunia karena meminum kopi yang dicampur sianida itu. Dan saat ini sianida kembali viral karena film yang berdurasi satu jam 26 menit itu.
Zaman dahulu sianida telah digunakan untuk pembunuhan massal, bunuh diri, dan senjata dalam perang. Keracunan sianida dapat menyebabkan kekurangan oksigen dalam sel.
Lantas, seperti apa dampak dari sianida yang begitu menakutkan tersebut? Keracunan sianida memang bisa berakibat fatal, bahkan dapat menghilangkan nyawa seseorang. Gejalanya biasanya termasuk kesulitan bernapas, kejang, hilang kesadaran, hingga detak jantung berhenti.
Gejala-gejala tersebut dapat memburuk dalam waktu singkat atau bahkan dapat menyebabkan kematian. Paparan sianida dapat menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen, yang menyebabkan fungsi mereka terganggu dan akhirnya mati.
Sianida adalah senyawa kimia yang paling umum digunakan untuk membasmi serangga dan hama. Senyawa ini juga digunakan dalam berbagai industri, seperti pertambangan, tekstil, plastik, dan kertas.
Sianida juga dapat ditemukan dalam asap rokok atau asap yang dihasilkan dari pembakaran plastik. Sianida gas biasanya tidak berwarna, tetapi memiliki aroma khas yang mirip dengan "bau almond".
Tetapi jangan khawatir, walau sianida sudah digunakan sejak Perang Dunia I ini ternyata dapat ditemukan dialam dan juga di roduk yang biasa digunakan oleh manusia. Tetapi, kadar sianida yang ada tidak banyak alias rendah.
Sianida dapat diproduksi oleh bakteri, jamur, dan alga tertentu. Selain itu, sianida juga ditemukan dalam knalpot kendaraan, asap rokok, , hingga makanan, seperti bayam, rebung, almond, kacang lima, biji buah, serta tapioka. Senyawa sianida punya beberapa bentuk kimia berbeda.
Sianida dengan cepat memasuki aliran darah jika tubuh terpapar. Tubuh dapat menangani sianida dalam jumlah kecil dibandingkan dengan jumlah yang besar.
Dalam jumlah kecil sianida dapat diubah oleh tubuh menjadi tiosianat, yang tidak terlalu berbahaya, dan kemudian dikeluarkan melalui urine.
Sianida dalam jumlah kecil juga dapat diubah menjadi tiosianat oleh tubuh menjadi bahan kimia lain untuk membuat vitamin B12, yang membantu kesehatan saraf dan sel darah merah.
Namun, dosis besar akan menghentikan tubuh untuk mengubah sianida menjadi tiosianat.
Baca Juga: Judi Online Merebak, Putaran Uang Sampai Ratusan Triliun Mayoritas Dari Kalangan Ekonomi Rendah
Dosis tinggi sianida mencegah sel menggunakan oksigen, yang menyebabkan kematian sel. Keracunan sianida paling sering menyerang jantung, sistem pernapasan, dan sistem saraf pusat.
Paparan sianida tingkat tinggi dapat memiliki efek kesehatan dalam hitungan detik hingga menit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem



