Pemerintah Pastikan Anggaran Program Prioritas Tak Dipangkas, Defisit APBN Dijaga di Kisaran 3 Persen

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah menegaskan anggaran untuk program prioritas nasional tidak akan dipangkas meskipun tengah dilakukan efisiensi belanja negara guna menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan sejumlah program unggulan tetap menjadi fokus utama pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Anggaran program unggulan tidak dipotong, sama sekali,” ujar Airlangga, Senin (16/3/2026).
Menurut dia, pemerintah saat ini justru mengupayakan optimalisasi anggaran dari berbagai pos belanja untuk menciptakan ruang fiskal tambahan tanpa mengganggu program prioritas.
Evaluasi dilakukan dengan melihat potensi peningkatan efektivitas anggaran di sejumlah sektor. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan fiskal sekaligus memastikan program strategis tetap berjalan.
Airlangga menjelaskan, pemerintah telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Keuangan Republik Indonesia, guna menghitung potensi efisiensi yang dapat dilakukan.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar defisit APBN tetap berada dalam batas aman sesuai ketentuan undang-undang.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini: 5 Bintang Ini Diprediksi Beruntung dalam Cinta dan Karier
“Arahan Presiden jelas, defisit dijaga di kisaran 3 persen. Saat ini angkanya masih dalam pembahasan karena keputusan akhir ada di Presiden,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir konsisten menjaga defisit APBN di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) setelah sempat melebar saat pandemi.
Pada 2020, defisit APBN tercatat mencapai 6,14 persen PDB akibat peningkatan belanja untuk penanganan pandemi COVID-19. Sejak 2023, disiplin fiskal kembali diterapkan dengan menekan defisit sesuai batas yang ditetapkan.
Airlangga menambahkan, program prioritas tidak menjadi target efisiensi karena dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap pembangunan, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi desa.
Program MBG, misalnya, ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan program ini dapat menjangkau puluhan juta siswa.
Sementara itu, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih difokuskan pada penguatan ekonomi lokal melalui peningkatan akses pembiayaan dan pengembangan kelembagaan koperasi di tingkat desa.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan angka stunting nasional masih berada di kisaran 21,5 persen pada 2023. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga 14 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







