Video Ngopi Benjamin Netanyahu Viral, Klarifikasi Rumor Kematian Malah Picu Teori Deepfake

AKURAT.CO SUMSEL Video terbaru Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mendadak viral di media sosial setelah diunggah melalui akun X pribadinya.
Rekaman tersebut awalnya dimaksudkan untuk membantah rumor kematiannya yang sempat beredar luas di internet.
Dalam video berdurasi singkat itu, Netanyahu terlihat duduk santai di sebuah kedai kopi di Yerusalem.
Ia tampak menyeruput secangkir latte sambil memperlihatkan lima jari tangannya ke arah kamera, seolah menepis rumor yang sebelumnya mencuat akibat dugaan kejanggalan “enam jari” dalam video pidato yang beredar sebelumnya sebuah kesalahan visual yang kerap dikaitkan dengan teknologi kecerdasan buatan.
Alih-alih meredam spekulasi, video klarifikasi tersebut justru memicu perdebatan baru di ruang digital.
Sejumlah pengguna media sosial menyoroti beberapa detail visual yang dianggap tidak wajar dan menimbulkan dugaan penggunaan teknologi deepfake.
Lima Hal yang Diperdebatkan Warganet
Beberapa poin yang ramai dibahas di media sosial antara lain:
1. Bibir Dinilai Terlalu Bersih
Netizen memperhatikan bahwa tidak ada bekas buih latte di bibir Netanyahu setelah ia menyeruput kopi.
Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Awal Pekan: Peluang Baru, Keuangan Membaik, hingga Waspada Emosi
Dalam kondisi normal, minuman berbusa biasanya meninggalkan sedikit jejak di bagian atas bibir.
2. Volume Kopi Dianggap Tidak Berkurang
Sebagian pengguna media sosial mengklaim isi cangkir tampak tetap meski Netanyahu terlihat meneguk minuman tersebut. Hal ini memicu spekulasi karena secara logika volume cairan seharusnya berkurang.
3. Latte Art Terlihat Statis
Pola latte art di permukaan kopi disebut tidak berubah bentuk. Padahal, dalam situasi biasa, pola tersebut biasanya bergeser setelah cangkir digerakkan atau minuman diminum.
4. Tanggal di Latar Belakang Buram
Beberapa warganet menyoroti tulisan tanggal di dekat area kasir yang tampak buram dan tidak memperlihatkan tahun 2026 secara jelas. Detail ini memunculkan dugaan bahwa latar belakang mungkin dimanipulasi secara digital.
5. Tekstur Kulit Dinilai Berbeda
Pengamat media sosial juga menyoroti bagian bawah dagu Netanyahu yang terlihat lebih halus dibandingkan penampilannya dalam rekaman sebelumnya.
Hal ini memicu dugaan penggunaan efek penyempurnaan gambar atau filter digital.
Spekulasi Meluas di Media Sosial
Perdebatan mengenai video tersebut turut menarik perhatian sejumlah tokoh publik, termasuk komentator politik Amerika Serikat, Candace Owens, yang mempertanyakan keaslian rekaman itu melalui akun media sosialnya.
Spekulasi semakin berkembang di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama terkait hubungan Israel dengan Iran dan ancaman dari kelompok Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Meski berbagai teori bermunculan, kantor Perdana Menteri Israel menegaskan bahwa Netanyahu berada dalam kondisi sehat. Pemerintah Israel juga menyebut rumor kematian tersebut sebagai kabar palsu yang tidak berdasar.
Hingga kini, tidak ada bukti resmi yang menunjukkan bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi digital.
Perdebatan yang berkembang di media sosial pun masih sebatas spekulasi publik tanpa konfirmasi independen.
Fenomena ini kembali menunjukkan bagaimana kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, dapat memicu kebingungan baru dalam membedakan antara rekaman asli dan manipulasi visual di era digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





