Kim Jong Un Buka Kongres Partai Buruh, Fokus pada Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Posisi Global

AKURAT.CO SUMSEL Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, resmi membuka Kongres Partai Buruh di Pyongyang pada Kamis (19/2/2026). Dalam pidato pembukaannya, Kim menekankan arah kebijakan strategis lima tahun ke depan yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi nasional dan penguatan kedudukan politik negara di kancah regional.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan pada Jumat (20/2) bahwa kongres ini menjadi momentum bagi Kim untuk mengeklaim kemajuan signifikan sejak pertemuan serupa pada 2021.
Di hadapan sekitar 5.000 delegasi, ia menyebut status negara saat ini berada pada posisi yang "tidak dapat diputarbalikkan."
Kim Jong Un mengakui bahwa partainya kini memikul beban sejarah untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat. Ia menginstruksikan transformasi besar-besaran di berbagai aspek sosial dan ekonomi untuk menciptakan kondisi yang mendukung pembangunan sosialis.
"Hal ini menciptakan dasar yang menguntungkan guna mendorong pembangunan kita ke depan," ujar Kim sebagaimana dikutip dari KCNA.
Baca Juga: 10 Negara dengan Durasi Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia
Meski demikian, laporan resmi tersebut belum menyinggung secara detail mengenai kelanjutan program senjata nuklir maupun kebuntuan diplomasi dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Selain agenda ekonomi, isu suksesi kekuasaan menjadi sorotan tajam dunia internasional. Badan Intelijen Korea Selatan (NIS) memprediksi kongres ini mungkin menjadi panggung bagi Kim Ju Ae, putri remaja Kim Jong Un, untuk memperkuat posisinya sebagai calon penerus takhta dinasti Kim.
Di sisi lain, hubungan dengan Korea Selatan diperkirakan akan tetap membeku. Kim sebelumnya telah menghapus agenda reunifikasi damai dan menetapkan status "dua negara bermusuhan." Langkah ini diprediksi akan dipertegas secara konstitusional dalam draf anggaran dasar partai yang baru.
Terkait hubungan dengan Washington, Pyongyang tetap pada posisi keras. Di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump yang memasuki periode kedua, Korea Utara tegas menolak dialog selama tuntutan denuklirisasi masih menjadi prasyarat utama.
Kongres yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci rezim, termasuk 224 anggota kepemimpinan pusat partai. Forum ini diharapkan akan melahirkan target-target baru bagi pengembangan militer, termasuk pemutakhiran rudal jarak jauh yang mampu menjangkau daratan Amerika Serikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





