Tanggapi Isu Cuti Presiden, Airlangga Hartato: Kepala Negara Tidak Punya Cuti

AKURAT.CO SUMSEL Kontroversi isu cuti ketika presiden mengikuti kampanye atau mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres, mendapat tanggapan dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartato.
Ia menegaskan bahwa presiden tidak memiliki hak cuti dalam menjalankan tugas pemerintah.
"Presiden adalah kepala negara, dan kepala negara tidak memiliki hak cuti," ujarnya di Palembang pada Jumat (26/1/2024).
Menurut Airlangga, presiden memiliki hak konstitusional, dan dukungan terhadap partai politik oleh pemimpin negara adalah hal yang lumrah.
"Sebelumnya, Presiden Soekarno mendukung PMI, Presiden Soeharto mendukung Golkar, Presiden Habibi mendukung Golkar, Gusdur mendukung PKB, Megawati mendukung PDIP, SBY mendukung Demokrat. Itu merupakan hal yang biasa dan termasuk hak politik seorang presiden,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, menyatakan bahwa presiden harus mengajukan cuti kepada dirinya sendiri jika ingin ikut kampanye pada Pemilihan Presiden 2024. (kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 7Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 85 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







