Sumsel

Zulkifli Hasan di APEC Bahas Pemberdayaan Perempuan Sebagai Penggerak Ekonomi di Kawasan Asia Pasifik

Haris Ma'ani | 18 Mei 2024, 14:09 WIB
Zulkifli Hasan di APEC Bahas Pemberdayaan Perempuan Sebagai Penggerak Ekonomi di Kawasan Asia Pasifik

AKURAT.CO SUMSEL Menteri Perdagangan Indonesia, Zulkifli Hasan bersama para Menteri Perdagangan dan Menteri Bidang Perempuan dari seluruh kawasan Asia Pasifik di forum APEC 2024 di Peru.

Dalam pertemuan kali ini, Zulhas bersama yang lainnya membahas upaya pemberdayaan perempuan melalui perdagangan sebagai salah satu strategi utama untuk mendorong kemajuan ekonomi regional.

"Untuk pertama kalinya, para menteri yang bertanggung jawab atas perempuan dan perdagangan berhasil menyepakati Pernyataan Bersama para Menteri," ujar Zulhas di Peru, Sabtu (18/5/2024).

Pernyataan Bersama ini mencerminkan pandangan kolektif para menteri bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi kawasan melalui perdagangan.

Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam mengakui dan mendorong partisipasi perempuan di sektor ekonomi.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Restoran Soto yang Wajib Dicoba Jika Berkunjung ke Kota Palembang

APEC, forum kerja sama regional yang terdiri dari 21 ekonomi di lingkaran Samudera Pasifik, terus berupaya memperkuat kerja sama dalam perdagangan, investasi, serta berbagai aspek ekonomi lainnya.

Fokus utama APEC adalah mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan yang bermanfaat bagi seluruh negara anggota.

Dalam diskusi APEC, upaya Fasilitasi Perdagangan menjadi sorotan utama. Tujuannya adalah mewujudkan perdagangan yang lebih liberal, inklusif, dan berkelanjutan.

Meskipun keputusan-keputusan APEC bersifat sukarela dan tidak mengikat, mereka memiliki kekuatan politis yang signifikan, mencerminkan komitmen bersama untuk mencapai tujuan bersama.

Zulkifli Hasan menambahkan bahwa kerja sama yang erat di antara negara-negara anggota APEC, terutama dalam memberdayakan perempuan, akan membawa dampak positif yang luas.

"Kami percaya bahwa dengan pemberdayaan perempuan, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di seluruh kawasan Asia Pasifik," katanya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto