Wamentan Pastikan Pupuk Turun 20 Persen, Petani Sumsel Diuntungkan Mekanisasi

AKURAT.CO SUMSEL Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat transformasi mekanisasi pertanian di berbagai daerah untuk mendongkrak produktivitas hasil tani.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut langkah ini menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga berdaulat pangan.
“Penyerahan bantuan alat ini simbolis saja, tapi maknanya besar. Ini bagian dari transformasi mekanisasi pertanian kita,” ujar Sudaryono di palembang, Rabu (29/10/2025).
Sudaryono menjelaskan, dengan penggunaan Alsintan, proses tanam dan panen akan lebih cepat. Petani yang sebelumnya hanya bisa panen satu kali dalam setahun kini berpeluang panen dua hingga tiga kali.
“Produktivitas naik itu bukan hanya soal hasil per hektare, tapi juga seberapa sering kita bisa panen di lahan yang sama,” katanya.
Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama di tengah perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
Baca Juga: Terekam CCTV, Pelaku Curanmor di Palembang Nekat Angkat Motor Korban yang Digembok
Sudaryono juga memuji capaian produksi beras di Sumatera Selatan (Sumsel) yang terus menunjukkan tren positif. Ia menilai kerja sama antara pemerintah daerah dan petani sudah berada di jalur yang tepat.
“Di Sumsel ini luar biasa, produksi beras meningkat. Sampai September sudah di atas 700 ribu ton. Kita patut apresiasi Gubernur, Kadis Pertanian, dan seluruh pemerintah kabupaten/kota,” ucapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi di Sumsel periode Januari–Oktober 2025 mencapai 3,3 juta ton gabah kering giling (GKG).
Angka ini memperkuat kontribusi Sumsel terhadap capaian produktivitas nasional.
Selain itu, Wamentan juga memastikan harga pupuk kini mulai stabil bahkan mengalami penurunan.
“Pupuknya aman, harganya sudah turun 20 persen,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









