Lagi, Hacker Asal Tulung Selapan Berpura-pura Sebagai Polisi Raup Untung Rp200 Juta

AKURAT.CO SUMSEL Tim gabungan dari Unit Pidana Khusus (Pidsus) dan Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil menangkap dua pelaku hacker yang beroperasi di Sumatera Selatan.
Kedua pelaku, Tino (30) dan Ariansyah (35), merupakan warga Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Penangkapan tersebut berdasarkan adanya laporan Polisi Nomor : LP/A/27/VI/2024/SPKT.SATRESKRIM/POLRESTABES PALEMBANG/POLDA SUMSEL, pada, Sabtu (1/6/2024).
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, Ariansyah menggunakan aplikasi WhatsApp dengan HP merek Oppo Reno 8 untuk mengirimkan aplikasi surat panggilan dan undangan secara acak.
Mengaku sebagai AKBP ED, Ariansyah mengirim pesan kepada nomor WhatsApp yang dituju dengan harapan penerima membuka aplikasi tersebut sehingga pelaku bisa mendapatkan OTP (One-Time Password) dari handphone korban.
"Dengan OTP yang didapat, pelaku bisa menguasai akun aplikasi yang ada di handphone korban," ujar Kombes Pol Harryo, Kamis (6/6/2024).
Modus ini memungkinkan pelaku mengakses data pribadi korban dan mengambil alih akun perbankan untuk mencuri uang.
Baca Juga: Cara Memilih Hewan Kurban agar Tidak Salah Sesuai Syariat Islam
Penangkapan dilakukan di sebuah hotel di Jalan R. Sukamto, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan IT III, Palembang. Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa empat unit handphone yang digunakan oleh kedua pelaku untuk melakukan kejahatan elektronik.
“Barang bukti yang kami amankan termasuk handphone yang digunakan untuk menciptakan informasi elektronik seolah-olah otentik menggunakan WhatsApp atas nama AKBP ED,” jelasnya.
Selain mencuri uang melalui aplikasi perbankan, para pelaku juga mengelola hasil curian menggunakan akun OVO dan M-Banking.
Dari aksi kejahatan mereka, kedua pelaku berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp15.016.853,- yang disimpan di rekening bank dan aplikasi dompet digital.
Sementara, kedua tersangka mengaku sudah dua tahun melakukan aksi kejahatan ini.
"Kami sudah mendapatkan keuntungan uang Rp200 juta," tutupnya.
Atas ulahnya tersangka dijerat pasal Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat (1) UU no.1 Tahun 2024 perubahan kedua atas UU no 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana, ancaman 12 penjara. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 7Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 85 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







