Sumsel

Pengakuan Antoni Bos Distro yang Habisi Nyawa Pegawai Koperasi Simpan Pinjam di Palembang "Korban Sering Mengancam Saya"

Haris Ma'ani | 1 Juli 2024, 17:25 WIB
Pengakuan Antoni Bos Distro yang Habisi Nyawa Pegawai Koperasi Simpan Pinjam di Palembang "Korban Sering Mengancam Saya"

AKURAT.CO SUMSEL Motif pembunuhan sadis terhadap Anton Eka Saputra (33), karyawan koperasi simpan pinjam di Palembang, akhirnya terungkap.

Pelaku utama, Antoni alias Anton (21), mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati dengan bunga pinjaman yang terus membengkak.

Antoni menceritakan bahwa ia awalnya meminjam uang senilai Rp5 juta dari koperasi yang dikelola korban.

Namun, seiring berjalannya waktu, bunganya membengkak hingga mencapai Rp24 juta. Hal ini membuat Antoni kesal dan dendam kepada korban.

"Saya kesal pak pada korban, korban sering mengancam saya saat menagih hutang," ungkap Antoni saat konferensi pers di Mapolrestabes Palembang, Senin (1/7/2024).

Kesumat, Antoni bersama rekannya, Pongki Saputra alias Pongki (24), merencanakan pembunuhan terhadap korban. Pada Sabtu (8/6/2024), mereka melancarkan aksi keji tersebut di toko pakaian milik Antoni di Jalan Maskarebet, Palembang.

Baca Juga: Polisi Ungkap Penyebab Pegawai Koperasi yang Dibunuh oleh Bos Distro di Palembang: Pelaku Sakit Hati Terhadap Bunga Hutang yang Besar

Setelah menghabisi nyawa korban, Antoni dan Pongki kemudian mengubur jasadnya dengan cara dicor di dalam toko.

Upaya Antoni dan Pongki menyembunyikan itu tak berlangsung lama. Berkat kerja keras tim gabungan Polrestabes Palembang dan Polda Sumsel, kedua pelaku berhasil diringkus dalam tempo singkat.

"Kedua pelaku dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup," ungkap Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Dr Harryo Sugihhartono.

Lanjutnya, Pembunuhan ini karena pelaku sakit hati terhadap korbannya saat meminjam uang senilai Rp5 juta, namun bunganya bertambah hingga mencapai Rp20 juta.

"Hasil pemeriksaan kami menunjukkan pelaku utama ini sakit hati dan bunganya korban sangatlah tinggi. Disinilah terjadi pembunuhan tersebut," katanya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto