Polisi Ungkap Penyebab Pegawai Koperasi yang Dibunuh oleh Bos Distro di Palembang: Pelaku Sakit Hati Terhadap Bunga Hutang yang Besar

AKURAT.CO SUMSEL Polisi akhirnya mengungkap motif di balik pembunuhan tragis terhadap seorang pekerja koperasi simpan pinjam di Palembang.
Korban tewas dengan cara yang mengenaskan, dikubur setelah dibunuh oleh dua tersangka, Antoni alias Anton (21) dan Pongki Saputra alias Pongki (24).
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, bersama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol M. Anwar Reksowidjojo menjelaskan aksi pembunuhan ini karena pelaku sakit hati terhadap korbannya saat meminjam uang senilai Rp5 juta, namun bunganya bertambah hingga mencapai Rp24 juta.
"Hasil pemeriksaan kami menunjukkan pelaku utama ini sakit hati dan bunganya korban sangatlah tinggi. Disinilah terjadi pembunuhan tersebut," kata Kombes Pol Harryo Sugihhartono saat pres rilis di Mapolrestabes Palembang, Senin (1/7/2024).
Berkat kerja sama yang baik antar tim gabungan, polisi berhasil menangkap kedua pelaku serta mengamankan sejumlah barang bukti penting.
Kemudian, 1 buah karung semen dengan merk 3 roda, 2 buah karung beras merk belida, 1 buah sekop, 1 buah sekrap, 1 buah kursi kecil berwarna biru, 1 buah kursi berwarna putih coklat, 1 unit handphone merk Oppo A77S warna hitam milik tersangka Pongky.
Selanjutnya barang bukti lainnya berupa satu unit sepeda motor Honda Vario 125 tahun 2023 warna biru nomor polisi (nopol) BG 3091 AEK milik tersangka Pongky.
"Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara," jelasnya.
Sementara itu, tersangka Antoni menyampaikan bahwa kejadian ini bermula dari hutang koperasi yang semakin besar dan bunga yang memberatkan.
Ancaman yang sering dilontarkan korban saat menagih hutang juga menjadi pemicu tersangka untuk terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut.
"Berjalan waktu, hutang ia bertambah menjadi Rp20 juta dan dikarenakan berbunga. Saya pun langsung kesal pak kepada korban, bahkan korban saat menagih hutang sering mengancam. Sehingga saya pun bersama para pelaku lainnya berencana melakukan pembunuhan dan terjadilah seperti itu pak," katanya. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







