Lulusan UGM Bekerja Sebagai Petugas Kebersihan di Australia Viral, Netizen: Pas Balik Indonesia Buka Laundry

AKURAT.CO SUMSEL Lulusan cumlaude Universitas UGM yang saat ini sedang berporfesi sebagai petugas kebersihan di Australia viral di media sosial.
Bukan karena prestasi akademiknya, tetapi karena profesinya sebagai petugas kebersihan di Australia. Keputusan ini tak mengurangi semangatnya, dan bahkan menuai dukungan dari netizen.
Respons netizen terhadap Dea sangat beragam. Banyak yang memberikan semangat dan mendukung langkah beraninya.
"Youuu go girl!! Keren banget sih. Bangga❤️❤️," tulis seorang pengguna dengan nama Nami.
"Pas balik Indonesia buka laundry sama buka jasa bersih-bersih ????????????," ungkap komentar dari Sukamrani.
Adapula yang iri, seperti komentar dari bananagoreng "kak aku iri loh. aku lulusan s1 akuntansi dan skrg kerja di toko sudah 3thn, dari masih 7bln krja aku udh pgn resign tp masih takut keluar dr zona nyaman????," ungkapnya.
Dea yang sering disalahpahami sedang menempuh pendidikan S2 di Australia, menjelaskan bahwa pekerjaan ini dia ambil untuk memperpanjang visa tinggalnya sekaligus mendapatkan pengalaman berharga.
Dea menyebutkan bahwa ia mengambil pekerjaan ini untuk pengalaman dan memperpanjang visa tinggalnya.
"Ini ga menghilangkan value ku sebagai lulusan UGM, aku ambil pekerjaan ini untuk Extend visa saya di Australia," tulisnya di akun tiktok miliknya.
"Sebetulnya aku bisa ambil pekerjaan yang sesuai dengan background pendidikan, tapi aku coba untuk keluar dari zona nyaman itu," tambahnya.
Dea sama sekali tidak malu memperlihatkan pekerjaannya. Dia dengan bangga membagikan kegiatan sehari-harinya seperti mengepel, menyapu, membersihkan toilet, hingga mendorong gerobak sampah.
Dea tidak pernah menyesali gelar sarjana yang ia dapatkan meskipun berprofesi menjadi petugas kebersihan.
Baginya, pekerjaan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga.
"Ada yang lebih mahal dari barang mewah, yaitu pengalaman," ungkap Dea
"Yang bahkan nggak bisa dibeli dengan uang. Jadi, sekarang ini, aku menikmati perjalananku ke sini dan memanfaatkan kesempatan yang ada," tambahnya.
Dea tidak memnungkiri bahwa dirinya cukup kesulitan dalam beradaptasi dari pekerjaan lamanya sampai menjalani pekerjaannya sekarang.
"Jujur, perubahan pekerjaan yang awalnya kerja full di indoor jadi kerja full outdoor itu bikin aku stress, perubahannya cukup besar karena kerja fisik juga," tutur Dea.
"Jadi, memang nggak mudah. Again, it’s not easy. Tapi tetap kujalanin karena aku senang," katanya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








