Sumsel

Viral! Oknum KSOP Kendari Tendang Dagangan, Dicopot Dari Jabatan dan Ternyata Sudah Berdamai dengan Pedagang

Deni Hermawan | 18 September 2024, 15:11 WIB
Viral! Oknum KSOP Kendari Tendang Dagangan, Dicopot Dari Jabatan dan Ternyata Sudah Berdamai dengan Pedagang

AKURAT.CO SUMSEL Insiden tak terpuji dilakukan oleh seorang oknum pegawai Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, Agus Heumasse.

Dalam kejadian yang terekam video dan viral di media sosial, Agus terlihat menendang dagangan seorang ibu berhijab bernama Wa Cili, yang sedang menjual makanan dan minuman di Pelabuhan Nusantara, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Aksi ini terjadi pada Selasa, 17 September 2024, sekitar pukul 16.30 WITA, saat Kapal Sabuk Nusantara 57 sedang bersandar di pelabuhan tersebut. Berbagai jualan Wa Cili berhamburan akibat tendangan Agus, bahkan hampir mengenai wajah beberapa orang di sekitar.

Tindakan Agus yang arogan langsung mendapatkan respons dari pihak KSOP Kelas II Kendari.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP) KSOP Kendari, Capt Agung Kurniawan, menegaskan bahwa pelaku telah dicopot dari jabatannya sebagai Provos KPLP.

“Hal ini sepenuhnya dipicu oleh emosi sesaat, namun tetap merupakan tindakan yang keliru dan tidak bisa dibenarkan. Kami telah memanggil dan memeriksa yang bersangkutan, dan ia mengakui kesalahannya. Hukuman tegas tetap kami berikan,” ungkap Capt Agung, dikutip dari  instagram @medsos_rame Rabu (18/9/2024).

Lebih lanjut, pihak KSOP juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan sanksi lebih lanjut terhadap oknum tersebut.

Permintaan Maaf dan Perdamaian

Dilansir dari berbagai sumber, setelah kejadian tersebut, Wa Cili, ditemani keluarganya, mendatangi KSOP Kelas II Kendari untuk bertemu langsung dengan Agus.

Dalam pertemuan tersebut, Agus meminta maaf secara langsung dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada ibu Wa Cili. Saya berjanji, atas nama Tuhan, ini tidak akan terulang lagi,” ucap Agus dengan penuh penyesalan.

Wa Cili yang telah berjualan di area pelabuhan selama 15 tahun mengakui bahwa dirinya memang berdagang di lokasi yang terlarang.

Namun, ia telah memaafkan Agus dan memilih untuk berdamai.

"Iya sudah dimaafkan," singkatnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto