Puncak Arus Balik di Bandara SMB II Palembang Diprediksi Terjadi 7 April, Penumpang Mencapai 12 Ribu Orang

AKURAT.CO SUMSEL Arus balik Lebaran di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mulai terlihat sejak H+3 atau Rabu (2/4/2025) dengan jumlah penumpang terus meningkat setiap harinya.
Puncak arus balik diprediksi terjadi pada Senin, 7 April 2025, bersamaan dengan berakhirnya masa cuti bersama.
Executive General Manager SMB II Palembang, R Iwan Inaya Mahdar, mengungkapkan bahwa pergerakan penumpang kini sudah mencapai angka 10.000 per hari, baik yang datang maupun yang berangkat dari bandara tersebut.
“Pergerakan arus balik sudah mulai terlihat sejak H+3 kemarin. Jumlah penumpang terus meningkat, kemarin sudah mencapai 10.000 penumpang,” ujar Iwan, Jumat (4/4/2025).
Menurutnya, arus balik akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada 7 April 2025, dengan jumlah penumpang diperkirakan menembus 12.000 orang dalam satu hari.
“Kami memperkirakan puncak arus balik di Bandara SMB II akan terjadi pada 7 April, yang bertepatan dengan hari terakhir cuti bersama. Diprediksi jumlah penumpang akan mencapai 12.000 orang,” jelasnya.
Lonjakan penumpang tahun ini disebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut dipicu oleh kebijakan pemerintah yang memberikan diskon tiket pesawat ekonomi domestik sebesar 10-15 persen.
“Potongan harga tiket pesawat ini berlaku sesuai dengan rute dan tujuan, dan telah diterapkan sejak 1 Maret 2025,” kata Iwan.
Sebagai antisipasi peningkatan penumpang, Bandara SMB II telah menambah 121 penerbangan tambahan (extra flight) selama periode angkutan Lebaran tahun ini.
Iwan menyebutkan, sejumlah rute favorit yang paling banyak diminati penumpang antara lain Jakarta (CGK dan Halim), Batam, Kualanamu (Medan), Yogyakarta, dan Surabaya.
“Destinasi yang menjadi favorit penumpang masih sama, seperti Jakarta, Batam, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









