Sumsel

Antisipasi KAI Divre III Palembang Hadapi Potensi Bencana saat Angkutan Lebaran 2024

Deni Hermawan | 5 April 2024, 14:00 WIB
Antisipasi KAI Divre III Palembang Hadapi Potensi Bencana saat Angkutan Lebaran 2024

AKURAT.CO SUMSEL PT KAI Divre III Palembang terus melakukan pengecekan secara berkala terhadap titik yang memiliki potensi rawan bencana.

Eksekutif Vice Presiden PTKAI Divre III Palembang, Yuskal Setiawan mengatakan bahwa sudah melakukan mitigasi terhadap titik-titik rawan bencana. Salah satunya dengan cara menyiapkan personel di posko-posko angkutan lebaran KAI.

"116 personel kita siapkan, dan untuk wilayah rwan bencana itu seperti di daerah yang mudah longsor terlebih lagi saat ini masih cuaca ekstrem," katanya, Jumat (5/4/2024).

KAI juga meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dengan menyiagakan petugas prasarana di 25 titik resort Jalan Rel dari Kertapati sampai Lubuk Linggau, serta menyediakan tenaga peningkatan kamtib yang terdiri dari Polsuska, security, serta TNI/Polri.

Baca Juga: Daftar Pemain Film Vina: Sebelum 7 Hari, yang Diperankan Sejumlah Aktor Terkenal dan Berpengalaman

"Termasuk pengecekan kelaikan dan kesiapoperasian lokomotif dan kereta, serta persiapan 13 unit lokomotif CC 201 dan 43 kereta untuk mendukung pelaksanaan angkutan Lebaran," katanya.

Yuskal juga mengatakan selama Angkutan Lebaran 2024, KAI Divre III Palembang telah menyediakan total 56.124 tempat duduk untuk perjalanan dengan KA Bukit Serelo (relasi Kertapati-Lubuk), KA Rajabasa (relasi Kertapati-Tanjung Karang), dan KA Sindang Marga (relasi Kertapati-Lubuk Linggau).

Hingga tanggal 4 April, telah terjual sebanyak 55.991 tiket, yang setara dengan 99 persen dari total kapasitas yang tersedia.

"Untuk tiket KA sudah terjual 99 persen, dan juga antusias masyarakat tinggi mudik menggunakan kereta api," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto