Sumsel

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jamin Stok Energi Aman Selama Nataru di Tengah Tantangan Bencana

Maman Suparman | 20 Desember 2025, 12:01 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jamin Stok Energi Aman Selama Nataru di Tengah Tantangan Bencana

AKURAT.CO SUMSEL Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan kesiapan pasokan energi nasional menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Meski sebagian besar fokus pemerintah sedang tercurah pada pemulihan bencana alam di Pulau Sumatra, Bahlil menjamin kebutuhan masyarakat akan BBM, LPG, dan listrik tetap terpenuhi.

"Kita sedang menghadapi musibah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Namun, saya pastikan cadangan energi nasional untuk menjalankan Nataru Insyaallah aman. Masyarakat yang akan merayakan Natal tidak perlu khawatir soal stok BBM," ujar Bahlil dalam konferensi pers kesiapan Nataru, Jumat (19/12/2025).

Bahlil merinci ketahanan stok BBM nasional saat ini berada pada level yang sangat memadai. Untuk jenis bensin Pertalite (RON 90), stok tersedia untuk 19 hari, melampaui batas minimum nasional. Sementara itu, bensin RON 92 memiliki ketahanan di atas 23 hari dan RON 95 mencapai 31 hari.

Baca Juga: Resep Ceker Ayam Empuk dan Gurih, Cocok Jadi Menu Makan Siang Bersama Keluarga

Untuk sektor logistik dan transportasi, ketahanan Solar subsidi (CN 48) berada di angka 15 hari, Solar non-subsidi 25 hari, dan bahan bakar pesawat (Avtur) mampu mencukupi kebutuhan hingga 29 hari ke depan.

Selain BBM, kondisi LPG juga dinyatakan stabil. Dengan total stok mencapai 314.394 Metrik Ton (MT) dan penyaluran harian sebesar 25.832 MT, cadangan LPG nasional mampu bertahan hingga 12,17 hari.

Terkait kelistrikan, Bahlil melaporkan kondisi nasional secara umum dalam status normal. Stok bahan baku pembangkit, baik batubara, gas, maupun BBM, berada di atas 10 hari operasional.

Khusus untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra, pemulihan terus dikebut di Sumatera Utara & Sumatera Barat: Kelistrikan mulai pulih satu minggu pasca bencana.

Lalu, Kota Banda Aceh sudah kembali normal dengan daya 120 megawatt. Namun, empat kabupaten yakni Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo, dan Aceh Tengah masih di bawah 50% karena kendala infrastruktur tegangan rendah dan akses jalan yang terhambat banjir.

"Masalahnya bukan pada pasokan daya, melainkan infrastruktur di lapangan. Kami harus berhati-hati dalam memulihkan aliran listrik di daerah banjir demi keselamatan warga," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia