Indonesia Dilanda 2.093 Bencana Alam Sepanjang 2024, Paling Banyak Bencana Banjir

AKURAT.CO SUMSEL Sepanjang tahun 2024, Indonesia menghadapi 2.093 bencana alam yang sebagian besar disebabkan oleh fenomena hidrometeorologi.
Data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa bencana hidrometeorologi menyumbang 98,85 persen dari seluruh kejadian, sementara bencana geologi berkontribusi 1,15 persen.
Banjir tercatat sebagai bencana paling sering terjadi, dengan 1.077 kejadian. Disusul oleh cuaca ekstrem sebanyak 452 kejadian, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 337 kejadian, tanah longsor 135 kejadian, dan kekeringan 54 kejadian.
Sementara itu, bencana geologi seperti gempa bumi terjadi sebanyak 19 kali, erupsi gunung api lima kali, serta gelombang pasang dan abrasi sebanyak 14 kejadian.
Rentetan bencana tersebut mengakibatkan kerusakan besar pada infrastruktur dan dampak sosial yang luas. Sebanyak 60.291 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, terdiri dari 9.864 rumah rusak berat, 12.267 rusak sedang, dan 38.160 rusak ringan.
Selain itu, 953 fasilitas umum turut terdampak, termasuk 519 fasilitas pendidikan, 188 rumah ibadah, dan 46 fasilitas kesehatan.
Kerusakan juga meluas ke bangunan lain, dengan 53 kantor dan 426 jembatan mengalami kerusakan. Akibat bencana ini, sebanyak 489 orang kehilangan nyawa, 58 orang dinyatakan hilang, dan 11.537 orang mengalami luka-luka atau sakit. Lebih dari 6,3 juta orang terpaksa mengungsi dan mengalami penderitaan akibat bencana ini.
Provinsi Jawa Timur mencatatkan jumlah bencana tertinggi dengan 297 kejadian, diikuti Jawa Barat (254 kejadian), Jawa Tengah (211 kejadian), Sumatera Utara (162 kejadian), dan Sulawesi Selatan (122 kejadian).
Sementara itu, wilayah Papua Pegunungan mencatat jumlah kejadian terendah, yakni hanya tiga bencana sepanjang tahun. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









