Penundaan Pendaftaran CPNS 2024, Pemerintah Sediakan 2.000 Formasi di IKN

AKURAT.CO SUMSEL Pembukaan pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2024 akan mengalami penundaan dari jadwal awalnya yang direncanakan pada bulan Juni atau Juli, menjadi antara bulan Juli atau Agustus 2024.
Penundaan ini terjadi karena banyak kementerian atau lembaga yang belum mengusulkan formasi CPNS sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Kementerian PANRB.
Meskipun Kementerian PANRB menetapkan kuota sebanyak 200 ribu formasi, namun usulan formasi yang masuk saat ini hanya mencapai 130.341 formasi. Begitu juga dengan kuota khusus untuk lulusan baru atau fresh graduate yang belum terpenuhi oleh kementerian atau lembaga terkait.
Total kebutuhan formasi CPNS 2024 yang disampaikan pemerintah mencapai 2.302.543 formasi, yang terdiri dari 429.183 formasi untuk instansi pusat, 1.867.333 formasi untuk pemerintah daerah, dan 6.027 formasi untuk sekolah kedinasan.
Pemerintah juga akan memberikan alokasi khusus untuk CPNS yang akan ditempatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Keputusan untuk menyediakan 2.000 formasi CPNS khusus bagi putra-putri daerah Kalimantan yang akan ditempatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Formasi tersebut merupakan bagian dari total 40.000 formasi CPNS yang disiapkan untuk IKN, dengan proporsi 5% khusus untuk Kalimantan. Seleksi CPNS akan dilakukan secara ketat melalui sistem computer-assisted test (CAT).
"Pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke IKN akan melalui seleksi terbuka yang kompetitif, memastikan ASN yang ditempatkan memiliki kualifikasi tinggi," ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas, Rabu (3/7/2024).
Presiden juga memberikan afirmasi bagi putra-putri Kalimantan dengan memberikan insentif 5% dari total formasi CPNS, yakni sebanyak 2.000 formasi.
Insentif ini dapat berupa anggaran tambahan atau percepatan kepangkatan, sesuai arahan yang disepakati dalam rapat pimpinan. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









