Ehang 216, Kendaraan Terbang Tanpa Awak yang Disebut-Sebut Akan Segera Beroperasi di Indonesia

AKURAT.CO SUMSEL Taksi terbang Ehang 216, disebut-sebut akan segera beroperasi di Indonesia.
Rencananya, beberapa investor termasuk Ehang 216 akan menghadirkan layanan taksi terbang di IKN pada Juli 2024.
Ehang merupakan perusahaan asal China yang melakukan gebrakan dalam dunia penerbangan.
Baca Juga: Mobil listrik Kurnia Motors Ternyata Punya Spek Dewa, Dianggap Sebagai Pesaing Wuling
Perusahaan ini melakukan peluncuran kendaraan terbang tanpa awak pertama, pada tahun 2016.
Sebelum debutnya di IKN tahun depan, Ehang telah mengujicobakan kendaraan terbang versi logistik tanpa awak di Bandara Budiarto, Curug, Tangerang.
Ehang 216 mampu mengangkut dua penumpang, dilengkapi dengan 16 baling-baling dan mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer.
Kendaraan ini telah sukses diuji coba sebanyak 30.000 kali baik untuk kargo maupun penumpang di berbagai negara termasuk Indonesia, Jepang, Korea, Amerika Serikat, Dubai, Qatar, Kanada, dan China.
Di Indonesia, pertama kali, Ehang 216 melakukan uji coba lewat kerjasama dengan Prestige Aviation dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) dengan demo terbang di Bali pada November 2021.
Kerjasama kedua dilakukan perusahaan ini bersama dengan polri, dalam penanganan bencana Gunung Semeru.
Terkakhir demo terbang di Bandar Udara Pondok Cabe, area JIEXpo saat acara Indonesia International Motor Show, dan PERIKLINDO Electric Vehicle Show 2022.
Rudy Salim, Executive Chairman Prestige Aviation, menyatakan komitmennya untuk menginvestasikan operasionalisasi Ehang 216 baik di Jakarta maupun IKN.
Rencananya, Prestige Aviation akan membangun Heliport, stasiun pengisian, dan Ehang Hub untuk mempermudah perpindahan pesawat ke rute lainnya.
Lanjut Rudy, kendaraan yang dioperasikan dengan sistem jarak jauh ini merupakan masa depan yang telah mendapatkan sertifikat uji coba di lebih dari 40 negara, termasuk China dan Jepang.
"Jadi memang sudah sangat layak digunakan. Biasanya memang regulasi itu kan selalu tertinggal atau terlampaui oleh terknologi. Dan murah karena menggunakan listrik, biaya pengisiannya setiap 30 menit tidak sampai Rp100 ribu. Sangat cocok untuk urban air mobility atau mobilitas dalam kota misalnya dari Pondok Indah ke Senayan, atau dari Senayan ke Kelapa Gading," jelas Rudy dipantau dari kanal Youtube pengamat penerbangan Alvin Lie, Sabtu (9/12/2023).
Badan Otorita juga diinformasikan merangkul perusahaan lain seperti Hyundai dari Korea Selatan (Sky Taxi) dan Boeing Wisk dari Amerika Serikat untuk menjajaki operasional di IKN bersama Ehang. [ ]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





