Sumsel

Populasi Lansia di Sumsel Tersebar Secara Tidak Merata, Ini Alasannya

Haris Ma'ani | 19 Mei 2024, 18:30 WIB
Populasi Lansia di Sumsel Tersebar Secara Tidak Merata, Ini Alasannya

AKURAT.CO SUMSEL Berdasarakan data BPS Sumsel tahun 2023, populasi lansia di Sumatera Selatan tersebar secara tidak merata di berbagai wilayah kabupaten/kota, dengan persentase yang bervariasi antara 7% hingga 11%.

Berdasarkan data tersebut kabupaten dengan persentase lansia tertinggi adalah Kabupaten OKU Timur (10,98%), diikuti oleh Kota Pagar Alam (10,90%), Kota Palembang (10,88%), dan Kabupaten Lahat (10,63%).

Sebaliknya, Kabupaten PALI (7,90%), Kota Prabumulih (8,38%), dan Kabupaten Musi Banyuasin (8,38%) mencatat persentase lansia terendah.

Dari perspektif gender, lansia laki-laki tertinggi berada di Kabupaten OKU Timur (10,82%), sementara yang terendah di Kabupaten PALI (7,43%). Untuk lansia perempuan, Kota Palembang mencatat persentase tertinggi (11,76%) dan Kabupaten Musi Banyuasin terendah (8,38%).

Data menunjukkan komposisi lansia di setiap kabupaten/kota bervariasi, tetapi ada pola yang mencolok beberapa daerah memiliki mayoritas lansia laki-laki, seperti OKI, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, OKU Selatan, OKU Timur, dan Empat Lawang. Sementara itu, kabupaten/kota lainnya mayoritas lansianya adalah perempuan.

Baca Juga: Antisipasi Pungli pada PPDB 2024, Ombudsman Sumsel Buka Posko Pengaduan

Namun, di balik angka demografi ini, terdapat tantangan serius dalam hal pendidikan. Sebagian besar penduduk lansia di Sumatera Selatan memiliki tingkat pendidikan yang rendah.

Sekitar 38,98% dari mereka tidak pernah sekolah atau tidak tamat SD, dan 37,47% hanya tamat SD. Hanya sekitar 23,55% lansia yang menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP atau lebih tinggi.

Perbedaan tingkat pendidikan juga terlihat berdasarkan gender. Lansia laki-laki cenderung memiliki pendidikan yang lebih baik dibandingkan perempuan. Persentase lansia laki-laki yang tidak pernah sekolah dan tidak tamat SD masing-masing sebesar 4,27% dan 27,13%, jauh lebih rendah dibandingkan lansia perempuan yang mencapai 9,01% dan 33,74%.

Ketimpangan ini mengungkapkan tantangan ganda bagi Sumsel selain harus menghadapi kebutuhan khusus lansia yang semakin meningkat, juga harus memprioritaskan peningkatan akses pendidikan bagi generasi yang lebih muda agar tidak mengulangi siklus rendahnya pendidikan. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto