Sumsel

Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Palembang Siapkan Pelatihan dan Fasilitasi Penempatan Kerja

Raphel Aziza | 6 Juli 2024, 17:00 WIB
Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Palembang Siapkan Pelatihan dan Fasilitasi Penempatan Kerja

AKURAT.CO SUMSEL Pemkot Palembang terus berupaya menekan angka pengangguran dengan menyediakan berbagai program pelatihan dan fasilitasi penempatan kerja bagi warganya.

Penjabat Wali Kota Palembang, Ucok A Damenta mengungkapkan bahwa pihaknya aktif menitipkan warga yang memiliki kemampuan khusus untuk menjadi tenaga kerja di berbagai perusahaan, termasuk perusahaan mitra pemerintah di dalam negeri dan hingga ke perusahaan di Jepang.

"Kami menitipkan warga-warga yang memiliki kemampuan untuk menjadi tenaga kerja di perusahaan-perusahaan mitra pemerintah Kota Palembang bahkan hingga ke perusahaan di Negara Jepang," ujarnya, Sabtu (7/6/2024).

Selain itu, Pemkot Palembang juga memberikan berbagai jenis pelatihan jangka pendek kepada warga untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Pelatihan-pelatihan ini mencakup bidang-bidang seperti menjahit, bengkel, dan servis elektronik, yang diharapkan dapat membantu warga mendapatkan pekerjaan dan mengurangi tingkat pengangguran terbuka yang berkontribusi terhadap kemiskinan ekstrem.

Baca Juga: Total 4.927 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Telah Pulang, Kloter ke-12 MenyusulBaca Juga: Total 4.927 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Telah Pulang, Kloter ke-12 Menyusul

Pemerintah kota tidak hanya memfasilitasi masuknya warga ke dalam perusahaan, tetapi juga mengawal dan menjamin keselamatan serta keamanan para warga yang bekerja di luar negeri, seperti di Jepang, Taiwan, dan Hongkong.

Warga yang ingin mendapatkan fasilitas ini harus mendaftar dan mengikuti tes melalui Dinas Ketenagakerjaan Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang, Rediyan Deddy melaporkan bahwa angka pengangguran di Ibu Kota Sumsel tersebut berhasil ditekan hingga 10.000 jiwa per tahun melalui program pelatihan kerja.

"Angka pengangguran berhasil ditekan melalui program pelatihan kerja," katanya.

Program pelatihan yang disediakan mencakup berbagai keterampilan praktis seperti menjahit pakaian jadi, pengelasan besi, otomotif, instalasi listrik, dan perbaikan (servis) pendingin udara/AC.

Program ini sebagian besar diikuti oleh pemuda lulusan baru dari sekolah tingkat SMA, SMK, bahkan sarjana. Peserta yang menyelesaikan program pelatihan ini kemudian diikutkan seleksi untuk mendapatkan sertifikat berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Raphel Aziza
H
Editor
Hermanto