Diduga Depresi Akibat Penyakit Maag Akut, Pria di Palembang Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tower Sutet

AKURAT.CO SUMSEL Warga Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang tewas tergantung di tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) PLN, Jumat (28/3/2025) dini hari.
Pria tersebut diketahui bernama Mulyadi (38), warga setempat yang diduga mengakhiri hidupnya dengan cara tragis di atas tower setinggi 35 meter.
Insiden ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar setelah menyadari adanya seseorang yang tergantung di atas tower Sutet yang terletak di RT 33, Kelurahan 15 Ulu.
Mulyadi diduga mengalami depresi berat akibat penyakit maag akut yang dideritanya selama lima bulan terakhir dan tak kunjung sembuh.
Menurut Marni (38), salah seorang tetangga korban, Mulyadi kerap mengeluhkan penyakit yang dideritanya kepada sang istri.
Selama beberapa bulan terakhir, ia bahkan tidak lagi bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan istrinya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.
Baca Juga: POCO f7 Ultra Hadir dengan Snapdragon 8 Elite, Hadirkan Performa Gaming Maksimal
“Ya, dia kerap mengeluhkan penyakit maag yang tak kunjung sembuh kepada istrinya. Dalam beberapa bulan terakhir, dia sudah tidak bekerja lagi, sementara istrinya bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah tetangga terdekat,” ungkap Marni.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat Mulyadi terlihat memanjat tower Sutet. Saat itu, kondisi cuaca sedang hujan sehingga area sekitar tower dalam keadaan sepi.
Ketua RT setempat yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan peristiwa itu kepada petugas piket SPK Polsek Seberang Ulu (SU)-1. Evakuasi korban yang ditemukan tergantung menggunakan kain sarung membutuhkan waktu hingga dua jam akibat hujan yang terus mengguyur lokasi kejadian.
Kapolsek SU1 Palembang AKP Heri SH membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, proses evakuasi melibatkan petugas SAR gabungan dan berlangsung cukup lama karena medan yang sulit serta kondisi cuaca yang tidak mendukung.
“Evakuasi jenazah korban yang menggantung di atas tower Sutet dengan ketinggian sekitar 35 meter terkendala kondisi hujan. Dibutuhkan waktu selama dua jam lamanya sebelum akhirnya jenazah dapat diturunkan oleh petugas SAR gabungan,” jelas AKP Heri.
Setelah berhasil diturunkan, jasad Mulyadi rencananya akan dibawa ke ruang instalasi mayat RSUD Bari. Namun, pihak keluarga menolak dan memilih untuk membawa jenazah ke rumah duka untuk dimakamkan. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









