Mengenang Perjalanan Karier Titiek Puspa, Artis Tiga Zaman yang Meninggal di Usia 87 Tahun

AKURAT. CO SUMSEL - Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Tanah Air.
Artis senior sekaligus penyanyi legenda Titiek Puspa dikabarkan tutup usia pada Kamis 10 April 2025 pukul 16.25 WIB.
Sebelumnya, Titiek Puspa dikabarkan alami pendarahan di otak kiri saat sedang menjalani syuting Lapor Pak di Trans 7.
Baca Juga: 4 Film Indonesia Tayang di Netflix April 2025, dari Drama Keluarga Sampai Horor Urban Legend
Oleh pihak Trans 7, Titiek Puspa pun segera dilarikan ke rumah sakit.
Setelah menjalani perawatan selama 15 hari, Titiek Puspa akhirnya meninggal di usia 87 tahun.
Lantas, bagaimana perjalajan karier Titiek Puspa yang disebut sebagai artis tiga zaman ? Simak ulasannya berikut:
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumsel 11 April 2025, Hujan dari Pagi Sampai Malam di Sejumlah Wilayah
Profil
Sumarti atau Titiek Puspa, lahir pada 1 November 1937 di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan.
Darah Jawa mengalir kental di tubuhnya meskipun Titiek Puspa tidak lahir di Jawa.
Baca Juga: Ekspor Industri dan Tambang Sumsel Melesat, Tiongkok Jadi Tujuan Utama
Titiek Puspa kecil bercita-cita sebagai guru TK. Namun, perjalanan hidup justru membawanya menjadi salah satu penyanyi besar dan legendaris di Indonesia.
Setelah memenangkan beberapa kompetisi menyanyi, Titiek Puspa memutuskan untuk terjun dan menekuni dunia hiburan di usianya yang masih 14 tahun.
Perjalanan Karier
Baca Juga: Bos Tambang Ilegal di Muara Enim Dihukum 4 Tahun Penjara dan Denda Rp50 Miliar
Berangkat dari kompetisi menyanyi, Titiek Pupsa kemudian tumbuh menjadi penyanyi orkestra di Jakarta pada tahun 1960 an.
Ia juga mengeluarkan almbum-album yang selalu hits pada masanya.
Si Hitam dan Doa Ibu bisa dikatakan menjadi albumnya yang paling legendaris dan melambungkan namanya pada saat itu, sekitar tahun 1963.
Baca Juga: Bulog Genjot Penyerapan Gabah di Sumsel Babel, Target Tinggi di Tengah Panen Raya
Selain menjadi penyanyi, Titiek Puspa juga menulis dan menciptakan lagu.
Terutama, lagu anak-anak sebagai bentuk kecintaannya pada dunia anak-anak.
Salah satu lagu ciptaannya yang paling populer adalah Menabung dan Aku Suka Musik. Lagu ini populer di tahun 1990 an.
Titiek Puspa juga sempat mendirikan sebuah grup vokal anak-anak bernama Duta Cinta pada tahun 2014.
Grup Vokal ini kemudian hadir di sejumlah episode Pesta Sahabat yang tayang di RTV.
Penulis skenario dan pemain film
Baca Juga: Ratu Dewa Apresiasi Petugas Damkar Palembang, Dorong Penambahan Tunjangan dan Formasi Baru
Titiek Puspa dikenal sebagai artis legendaris multitalenta.
Selain menyanyi dan menciptakan lagu, artis yang juga kerap disapa Eyang ini pernah memerankan sejumlah film.
Salah satu yang paling hits adalah film Ini Kisah Tiga Dara bersama Ray Sahetapy yang baru saja tutup usia.
Baca Juga: Kapolrestabes Palembang Siap Panggil Willie Salim Terkait Rendang 200 Kg yang Hilang
Bakat menulis lagu Titiek Puspa berkembang menjadi sebuah operet.
Pada 1970-1980 an, Titiek Puspa sempat menuliskan dua operet bertajuk Bawang Putih dan Gadis.
Prestasi dan penghargaan
Baca Juga: Polisi Bongkar Pabrik Uang Palsu di Bogor, Ini Fakta-faktanya
Sejak awal berkarier hingga meninggal di usia 87 tahun, Titiek Puspa telah banyak menorehkan prestasi dan menerima penghargaan.
Juara Bintang Radio Jenis Hiburan Tingkat Jawa Tengah (1954)
BASF Award ke 10, kategori Pengabdian Panjang di Dunia Musik (1994)
Baca Juga: Sampah Lebaran di Palembang Melonjak 50 Persen, DLH Kerahkan 1.200 Petugas Tangani Lonjakan
Diabadikan oleh majalah Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu dari The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa pada tahun 2008
Menerima penghargaan SCTV Awards dan Anugerah Musik Indonesia (AMI) kategori Lifetime Achievement Award (2001)
Menerima penghargaan dari Indonesian Choice Award kategori Lifetime Achievement Award (2018)
Baca Juga: Usai Lebaran, Harga Sembako di Palembang Mulai Stabil, Cabai dan Bawang Turun Tajam
Msnerima penghargaan dari Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia kategori Pengabdian Seumur Hidup (2018)
Menerima penghargaan dari AMI kategori Dedikasi untuk Musik Indonesia (2021)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









