Jejak Karier Nadiem Makarim: dari Zalora, Gojek Sampai Menteri di Era Jokowi

AKURAT. CO SUMSEL - Nama Nadiem Makarim kembali menjadi sorotan publik.
Pada Kamis (4/9/2025), eks Mendikbudristek di era Jokowi itu ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Direktur Penyidikan Jampidsus, Nurcahyo Jungkung Madyo, menyebut keputusan ini diambil setelah pemeriksaan lebih dari 120 saksi dan 4 ahli.
Baca Juga: Usut Korupsi di Perkimtan, Kejari Palembang Periksa Puluhan Saksi
Usai ditetapkan sebagai tersangka, Nadiem langsung diantar ke rumah tahanan Salemba.
Ia tampak mengenakan rompi berwarna merah muda khas tahanan Kejaksaan Agung.
Lantas, siapa sebenarnya dan bagaimana perjalanan karier Nadiem sebelum akhirnya tersandung kasus korupsi ini ?
Baca Juga: Akses Air Minum Layak di Sumsel Meningkat, Lubuk Linggau Tertinggi
Profil Nadiem Makarim
Nadiem Anwar Makarim lahir di Singapura pada 4 Juli 1984 dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Alqadrie.
Nadiem tercatat menempuh pendidikan strata satu Hubungan Internasional Brown University, Inggris dan berhasil menyelesaikana empat tahun studinya pada tahun 2006.
Kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke Harvard Business School, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat pada 2009.
Baca Juga: Siap Tempur di Liga 2, Sriwijaya FC Agendakan Uji Coba Terakhir di Lampung
Pada 2011, Nadiem berhasil mengantongi predikat Master of Business Administration (MBA).
Jejak Karier Nadiem Makarim
Nama Nadiem Makarim mulai dikenal publik ketika ia mendirikan perusahaan StartUp aplikasi Gojek pada tahun 2011.
Baca Juga: Gelapkan Motor Teman, Pria di Palembang Diciduk Polisi dalam Kondisi Mabuk
Namun, sebelum sepenuhnya fokus di perusahaan penyedia jasa layanan ojek online itu, Nadiem sempat bekerja untuk Zalora Indonesia sebagai Managing Director selama 10 bulan.
Delapan bulan lepas dari Zalora Indonesia, Nadiem Makarim bergabung sebagai Chief Innovation Officer di startup (perusahaan rintisan) Kartuku, penyedia layanan pembayaran non-tunai.
Pada Maret 2014, Nadiem memutuskan mundur dari KartuKu dan mulai fokus mengembangkan Gojek hingga akhirnya startup pemesanan ojek online tersebut resmi meluncur pada Januari 2015.
Baca Juga: Penjual Daging Kucing di Pagar Alam Ditangkap, Dokter Hewan Peringatkan Bahaya Rabies
Hingga akhirnya pada 21 Oktober 2019, Nadiem menyatakan mundur dari Gojek lantaran menerima tawaran bergabung ke dalam kabinet Presiden Joko Widodo.
Dua hari kemudian, ia diumumkan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Penghargaan Nadiem Makarim
Baca Juga: TNI-Polri Gelar Patroli Skala Besar di Palembang Pasca Perusakan Pos Polisi
Berkat keberhasilannya mengelola Gojek, Nadiem sempat meraih penghargaan “Nikkei Asia Prize ke-24" untuk inovasi ekonomi dan bisnis di Tokyo, Jepang pada Mei 2018 silam.
Ini merupakan penghargaan yang diberikan oleh Nikkei Inc sejak 1996 untuk para individu maupun organisasi yang telah berkontribusi bagi pengembangan kawasan dan membantu menciptakan masa depan lebih baik bagi masyarakat Asia.
Baca Juga: Jambret Kalung Emas Senilai Rp18 Juta, Seorang Pria di Palembang Ditangkap Polisi
Nadiem Makarim pun menjadi tokoh teknologi penerima penghargaan termuda se-Asia di sepanjang sejarah Nikkei Asia Prize.
Nadiem Makarim merintis dan membesarkan Gojek hingga akhirnya bisa menyandang gelar decacorn.
Yakni istilah bagi startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 10 miliar. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









