Kualitas Udara di Palembang dan Kabupaten OI Berbahaya, Hotspot di Kabupaten OKI Capai 586

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) terutama di wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan OKI (Ogan Komering Ilir) kian parah.
Menurut data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masuk dalam kategori berbahaya untuk wilayah Kota Palembang dan Kabupaten OI.
Angka ISPU di kota Palembang sampai pukul 11.00 WIB mencapai 326 mikrogram per meter kubik partikulat matter 2,5. Untuk Kabupaten OI sampai pukul 09.00 WIB mencapai 723 mikrogram per meter kubik partikulat matter 2,5.
Baca Juga: Bawaslu: Tidak Ada Sanksi untuk Caleg dan Parpol yang Pasang APS, Kecuali Mereka Lakukan ini
"Saat ini saya menyusuri jalan lintas Palembang-OI-OKI. Kondisi di OI terang, menuju arah OKI berasap. Arah Tanjung Senai berasap tipis. Dari citra satelit terlihat sumber asap dominan dari OKI, bukan dari OI," kata Ferdian Kristianto, Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera, Senin (30/10/2023).
Baca Juga: Muhamad F Ridho Siap Melanjutkan Pengabdiannya Untuk Masyarakat
Ferdian menyatakan bahwa pemadaman terus dilakukan di kedua wilayah kabupaten tersebut. Di OI, pemadaman terkonsentrasi di Pulau Semambu dan Tanjung Batu.
"Pulau Semambu dan Tanjung Batu Kabupaten OI sampai dengan hari ini masih dilakukan pemadaman," katanya.
Sementara data dari LAPAN Fire Hotspot pukul 11.42 WIB, titik panas terbanyak ada di OKI. Jumlahnya pun naik drastis dari hari sebelumnya. Untuk wilayah gambut, hotspot mencapai 382 titik, sementara di lahan mineral 204 titik dengan total 586 hotspot.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem









