Masih Kurangnya Partisipasi Perempuan Dalam Berpolitik di Sumsel, Ini Kata Dinas PPPA Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Perempuan memiliki peran besar dalam berbagai aspek, tak melulu tentang mengurus keluarga atau berada di dapur. Perempuan juga dapat berperan aktif dalan bidang politik.
Tak kalah dengan pria, perempuan juga memiliki kompetensi yang hebat dan dapat bersaing dalam dunia politik. Tetapi, nyatanya dominasi pria masih sangat kuat hingga perempuan sulit bersaing.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumatera Selatan (Sumsel), Henny Yulianti mengatakan banyak faktor kenapa keterwakilan perempuan di Sumsel tidak mencapi 30 persen di legislatif. Faktor tersebut diantaranya adalah masih adanya budaya patriarki hingga belum dibukanya ruang bagi kaum perempuan.
"Masih adanya budaya patriarki, belum dibukanya ruang bagi perempuan dan juga adanya pertimbangan-pertimbangan dari kaum perempuan untuk ke dunia politik," ujar Henny saat diwawancarai, Rabu (1/11/2023).
Maka itu, perlunya penambahan wawasan dan pengetahuan kepada kaum perempuan untuk terjun ke dunia politik, sehingga ketika mereka menjadi anggota legislatif mereka bisa menyuarakan kepentingan para perempuan dan anak di Indonesia.
Baca Juga: Fokus Pada Pendidikan, Caleg Perempuan ini Ingin Menjadi Penyambung Lidah Masyarakat
"Jadi, bukan hanya sekedar menjadi anggota legislatif dan tidak bisa menyuarakan perempuan dan anak. Perlu juga pembekalan untuk mereka," ujarnya.
"Bukannya pria tidak bisa menyuarakan hak-hak perempuan dan anak, tetapi kalau perempuan lebih memahami," tambahya.
Lanjutnya, saat ini perempuan di Sumsel yang menjadi anggota legislatif masih dibawah 30 persen yang mana dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017 sudah mengamanatkan bahwa dasar-dasar calon legislatif perempuan itu paling sedikit 30 persen.
"Di Sumsel sendiri masih dibawah 30 persen baik di DPRD Provinsi, DPRD RI, dan juga DPRD kabupaten/kota. Tetapi untuk DPD semuanya perempuan," jelasnya.
Saat ini, Dinas PPPA Sumsel terus melakuakan sosialisasi peningkatan partisipasi perempuan di bidang politik, yang mana kegiatan tersebut sudah dilakukan dua kali selama satu tahun ini.
"Kita sudah lakukan sosialisasi ini dua kali selama satu tahun ini, yang pertama kita mengajak para peserta dari perempuan yang menjadi anggota partai politik," katanya.
Kegiatan sosialisasi peningkatan partisipasi perempuan di bidang politik kedua yang baru saja dilaksanakan kemarin, (31/10/2023). Para pesertanya dari kalangan mahasiswi yang ada di Palembang.
"Kenapa mahasiswi? ini penting sedari dini, sejak awal dari mereka masuk perkuliahan mereka sudah kita ajak untuk ikut tertarik terjun ke dunia politik, kita berikan pemahaman kenapa perempuan itu dianggap penting terjun ke dunia politik," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









