Sumsel

Meski Produsen Beras di OKU Timur Diperiksa Soal Oplosan, Polda Sebut Sumsel Masih Kondusif dan Aman

Maman Suparman | 14 Juli 2025, 16:30 WIB
Meski Produsen Beras di OKU Timur Diperiksa Soal Oplosan, Polda Sebut Sumsel Masih Kondusif dan Aman

 

AKURAT.CO SUMSEL Isu dugaan kecurangan dalam distribusi beras kembali mencuat dan kini tengah ditangani serius oleh penyidik Bareskrim Polri. Salah satu produsen yang ikut terseret dalam penyelidikan adalah PT Belitang Panen Raya (BPR), perusahaan penggilingan beras asal Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, membenarkan bahwa pemilik PT BPR telah dimintai keterangan oleh Bareskrim sebagai bagian dari pengawasan terhadap praktik perdagangan beras secara nasional.

"Benar, pemilik perusahaan telah diperiksa. Ini langkah antisipatif untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat dalam distribusi beras," ujar Nandang, Senin (14/7/2025).

Lebih lanjut, Nandang menyampaikan bahwa Polda Sumsel melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) telah menerima petunjuk dan arahan (jukrah) dari Bareskrim.

Baca Juga: Beras Oplosan Ancam Konsumen, Pemprov Sumsel: Jangan Tergiur yang Terlalu Putih

Arahan tersebut mencakup peningkatan pengawasan terhadap seluruh rantai distribusi beras di wilayah Sumsel.

"Ditreskrimsus sudah menindaklanjuti dengan menyampaikan jukrah kepada jajaran di daerah. Kami terus memantau agar distribusi beras di Sumsel tetap berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan konsumen," ungkapnya.

Meskipun ada pemeriksaan terhadap produsen di OKU Timur, Polda Sumsel memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan indikasi pelanggaran serius, baik dari sisi kualitas maupun takaran beras yang beredar di pasaran.

"Sumsel tetap dalam kondisi aman. Tidak ditemukan bukti adanya penipuan massal terhadap konsumen. Masyarakat bisa tenang," tegas Nandang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia