Mengenal Family Office, Usulan Luhut yang Enggan Didanai Purbaya dengan APBN

AKURAT. CO SUMSEL - Istilah Family Office sedang ramai jadi perbincangan warganet.
Family Office merupakan proyek yang digaungkan Ketua Dewan Ekonomi Luhut Binsar Pandjaitan sejak lama.
Lalu kini ramai kembali setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan enggan mendanai proyek tersebut menggunakan dana APBN.
Baca Juga: Ogan Ilir Catat IPG Tertinggi di Sumsel, Musi Banyuasin Terendah pada 2024
Apa itu Family Office?
Family Office merupakan firma penasihat manajemen kekayaan swasta yang melayani individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi.
Hal ini memungkinkan orang-orang kaya atau investor kakap global menanamkan uangnya di Indonesia tanpa terkena pajak.
Baca Juga: Pemkab Muara Enim Jajaki Pembangunan Jalan Tembus Bengkulu, Pangkas Jarak Jadi 14 Kilometer
Family office sudah banyak tersebar atau diterapkan di Singapura, Abu Dhabi, dan Hongkong.
Selain masalah keuangan, Family office juga dapat menangani masalah non finansial, seperti sekolah swasta, perencanaan liburan, dan berbagai urusan rumah tangga.
Proyek Andalan Luhut Binsar Pandjaitan
Baca Juga: Sriwijaya FC Tegas Nonaktifkan Pelatih Achmad Zulkifli, Suporter Kompak Dukung Langkah Manajemen
Family Office kerap disebut sebagai proyek Andalan Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan.
Pasalnya, proyek ini sudah diusulkan oleh Luhut sejak lama.
Bahkan saat ia masih menjabat sebagai Menteri Koordinatir Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) di era kepemimpinan Jokowi pada tahun 2024.
Baca Juga: Sumsel Dorong Peremajaan 100 Hektare Kebun Kelapa, Petani Diharap Tak Alih Komoditas ke Sawit
Luhut mengatakan, sejumlah negara, seperti Singapura, Hong Kong, hingga Abu Dhabi dan Singapura sudah memiliki 1.500 family office.
Karenanya, negara itu bisa dijadikan rujukan Indonesia dalam membentuk family office.
Tanggapan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Dalam sebuah wawancara dengan awak media, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan tanggapannya terkait rencana Luhut akan membangun Family Office di Indonesia.
Bendahara Negara itu mengaku telah mendengar rencana tersebut sejak lama. Namun, ia mengatakan enggan mendanai proyek tersebut dengan APBN.
Pria yang dijuluki Menteri Koboi itu menekankan, bahwa ia hanya akan mengeluarkan anggaran untuk program-program tepat sasaran guna menghindari kebocoran. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





