Pengamat : Isu Ijazah Bodong Sengaja Dimainkan Untuk Jatuhkan Gibran

AKURAT.CO SUMSEL Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, sedang menghadapi isu yang tidak menyenangkan. Kabarnya, calon wakil presiden(cawapres) nomor urut 2 ini tidak memiliki gelar sarjana (S1).
Sebelum Gibran, Presiden Joko Widodo juga pernah menghadapi isu serupa. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjatuhkan reputasi Gibran di mata masyarakat.
Isu ini menjadi viral ketika dr. Tifa mempertanyakan sertifikat kelulusan Gibran melalui aplikasi X yang diduga hanya lulusan D1.
Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, isu ijazah palsu ini sengaja dimainkan dengan muatan politis yang kuat.
Jamiluddin menjelaskan, isu ini digunakan untu menyerang Gibran dengan tujuan mendegradasikan reputasi Gibran sebagai cawapres.
Ditambahkannya, menjelang dimulainya tahapan kampanye, isu-isu semacam ini akan terus muncul.
"Isu semacam ini sengaja disajikan untuk menumbuhkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap Gibran. Jika hal ini terjadi, tentu tujuan akhirnya adalah untuk menggagalkan Gibran menjadi cawapres," urainya dikutip dari induk portal ini, Akurat.co, Senin (20/11/2023).
Sebelumnya. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo ikut merespons polemik ijazah terakhir Gibran Rakabuming Raka.
Roy mendebat isu tersebut dan memastikan sertifikat kelulusan pendidikan terakhir Gibran di UTS asli.
"Dokumen ini merupakan surat keterangan (asli) dari Dirjen Dikdasmen Dikbud yang ditandatangani oleh Sesdirjen Dr Sutanto pada tahun 2019," tulis Roy Suryo di aplikasi X @KRMTRoySuryo1, pada hari Sabtu (18/11/2023). [ ]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









