Sumsel

Prediksi Musim Hujan 2025/2026 Menurut BMKG: Awal, Puncak hingga Durasinya

St Shofia Munawaroh | 3 Oktober 2025, 21:00 WIB
Prediksi Musim Hujan 2025/2026 Menurut BMKG: Awal, Puncak hingga Durasinya

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi musim hujan periode 2025/2026.

Prediksi ini disusun berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer dan laut.

Hasilnya menunjukkan ada potensi perubahan pola musim dibandingkan kondisi normal selama 30 tahun terakhir.

Baca Juga: APBN Sumsel Defisit Rp20,78 Triliun, Pajak Masih Jadi Penopang Utama

BMKG menyebut El Niño-Southern Oscillation (ENSO) cenderung netral sepanjang 2025.

Namun, sebagian kecil model iklim global memperkirakan kemungkinan La Niña lemah pada akhir 2025.

Fenomena ini memungkinkan terjadinya peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Baca Juga: Sriwijaya FC Incar Poin Penuh Saat Tantang PSMS Medan

Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini juga berada dalam fase negatif dan diprediksi bertahan hingga November 2025.

IOD negatif umumnya berkontribusi pada meningkatnya curah hujan, khususnya di bagian barat Indonesia.

Kondisi atmosfer ini memberi sinyal awal bahwa kemungkinan periode hujan tahun ini bisa lebih intensif di sejumlah daerah.

Baca Juga: Polrestabes Palembang Siagakan Ratusan Personel Amankan Pornas KORPRI 2025

Prediksi Awal Musim Hujan 2025/2026

BMKG memprediksi awal musim hujan di Indonesia tidak terjadi dalam waktu bersamaan, namun secara berkala dari periode September hingga November.

Sebagian Sumatera dan Kalimantan masuk awal musim hujan sebelum September 2025.

Baca Juga: Wajah Lebam, Hanya Gara-gara Beri Makan Kucing, Istri di Palembang Diduga Jadi Korban KDRT

Selanjutnya, musim hujan akan meluas secara bertahap ke wilayah selatan dan timur, dengan sebagian besar daerah diprediksi mulai mengalami musim hujan pada September, Oktober, dan November 2025.

Puncak Musim Hujan 2025/2026

Puncak musim hujan 2025/2026 diprediksi terjadi pada bulan November hingga Desember 2025 di Indonesia bagian barat.

Baca Juga: Pura-pura Belanja di Warung, Komplotan Maling Gasak Puluhan Suku Emas Ratusan Juta Rupiah

Sementara itu, bulan Januari hingga Februari 2026 di Indonesia bagian selatan dan timur.

Puncak musim hujan diprediksi SAMA hingga MAJU (terjadi lebih awal) dibandingkan dengan kondisi biasanya.

Durasi Musim Hujan 2025/2026

Baca Juga: Bela Sepupu dari Aksi Pemaksaan Nikah, Remaja di Palembang Malah Dihadang Parang

BMKG memprediksi durasi musim hujan 2025/2026 diprediksi akan lebih panjang daripada biasanya. Data BMKG menunjukkan:

- 324 ZOM (46,4%) akan mengalami musim hujan lebih panjang.

- 110 ZOM (15,7%) mengalami hujan lebih pendek.

Baca Juga: Penerbangan Dibuka dan Latihan Militer Jadi Magnet, Kunjungan Wisman ke Sumsel Melonjak 457%

- 56 ZOM (8%) diperkirakan sama dengan normalnya.

Variasi durasi tersebut dipengaruhi oleh karakteristik wilayah.

Di Kalimantan misalnya, hujan diprediksi bertahan lebih dari 24 dasarian, sementara di Nusa Tenggara relatif lebih singkat.(*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.